triggernetmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat strategi pendanaan kreatif dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyebut transformasi digital telah berjalan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Pembayaran daerah kini terintegrasi melalui QRIS, EDC, dan virtual account untuk memudahkan masyarakat,” ujar Ria Norsan di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) terus dikembangkan menjadi sistem berbasis data yang adaptif. Menurut dia, validasi otomatis dalam SIPD mampu meminimalkan kesalahan dan mempercepat evaluasi anggaran secara real time.
Dari sisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Kalbar mencatat kinerja positif. Pada 2025, bank tersebut membukukan laba bersih Rp507,4 miliar dan menyumbang dividen Rp135,8 miliar bagi pemerintah daerah.
Sementara itu, tata kelola pengadaan barang dan jasa meningkat dengan capaian level proaktif menurut Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Realisasi Rencana Umum Pengadaan bahkan melampaui target.
Pemprov Kalbar juga mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset daerah, termasuk skema sewa, kerja sama Bangun Guna Serah, serta pengelolaan lahan produktif.
Selain itu, pemerintah membuka peluang pembiayaan alternatif, seperti pinjaman daerah, untuk mempercepat pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Ria Norsan menambahkan, program tanggung jawab sosial dan bantuan sembako tetap diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi.
“Langkah ini efektif menjaga stabilitas ekonomi daerah,” katanya.




