triggernetmedia.com – Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, mengkritik sikap pemerintah Indonesia yang hingga kini belum mengeluarkan kecaman atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah petinggi militer negara itu.
Menurut Faisal, pemerintah Indonesia seharusnya segera menyampaikan kecaman atas serangan tersebut, mengingat selama ini Indonesia dikenal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak agresi militer.
“Seharusnya yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto adalah mengutuk serangan Amerika dan Israel terhadap Iran,” kata Faisal dalam diskusi bersama mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up yang dikutip Sabtu (7/3/2026).
Faisal menilai sikap pemerintah yang belum menyampaikan kecaman resmi menunjukkan adanya kekeliruan dalam kebijakan luar negeri Indonesia sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo.
Ia mencontohkan pidato Presiden Prabowo dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September tahun lalu yang menyinggung pentingnya menjamin keamanan Israel.
Pernyataan tersebut, menurutnya, memicu kontroversi di tengah konflik yang terjadi di Gaza.
Selain itu, Faisal juga menyoroti keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melibatkan sejumlah negara termasuk Israel.
Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan sikap Indonesia yang selama ini mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Faisal juga mengkritik serangan terhadap Iran yang menargetkan pemimpin tertingginya. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat memperkuat solidaritas masyarakat Iran terhadap pemerintahnya.
Di sisi lain, ia mengatakan sistem pemerintahan Iran tetap memiliki mekanisme kepemimpinan sementara sehingga pemerintahan negara tersebut tetap dapat berjalan.




