triggernetmedia.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan, Anwar Abbas.
Anwar menilai agresi militer tersebut mencerminkan sikap kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilainya mengabaikan prinsip kedaulatan negara lain.
“Donald Trump telah mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin dunia yang bertindak di luar nilai kemanusiaan dan hukum internasional,” ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Menurut Anwar, tindakan yang dilakukan Trump bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah melampaui batas kewajaran dalam hubungan internasional. Ia menilai keunggulan kekuatan ekonomi, politik, dan teknologi telah digunakan untuk menekan bahkan menghilangkan pemimpin negara lain yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan Washington.
Anwar mengingatkan bahwa Khamenei bukan satu-satunya pemimpin yang menjadi sasaran kebijakan keras Amerika Serikat. Ia menyinggung kasus penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, sebagai contoh sebelumnya.
“Kini Ali Khamenei dibunuh. Pertanyaannya, apakah praktik seperti ini akan terus dibiarkan?” kata Anwar.
Ia juga menyoroti melemahnya peran lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dinilainya belum mampu menghentikan aksi agresi sepihak. Anwar menilai dominasi Amerika Serikat saat ini sulit diimbangi oleh kekuatan besar lain, seperti China dan Rusia.
Sebelumnya, serangan militer AS–Israel ke Iran mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa dari kalangan sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Dalam rangkaian serangan tersebut, Ali Khamenei dipastikan meninggal dunia.




