triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak memusatkan pembangunan wilayah pada Kecamatan Pontianak Utara dengan menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur jalan, lingkungan, dan fasilitas sosial. Setelah menyelesaikan Jalan Kebangkitan Nasional tahun lalu, Pemkot kini menyiapkan peningkatan sejumlah ruas lain seperti Parit Pangeran dan Parwasal.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut Jalan Kebangkitan Nasional berperan strategis sebagai bagian dari jalur lingkar luar kota.
“Beberapa infrastruktur sudah kita tuntaskan pada tahun pertama periode kedua kepemimpinan saya. Jalan Kebangkitan Nasional menjadi salah satu akses penting untuk mobilitas warga,” ujar Edi, Minggu (22/2/2026).
Selain pembangunan jalan, pemerintah juga membangun Sekolah Rakyat di Jalan Flora dan Pusat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Batulayang. Di lokasi tersebut, pengelolaan sampah dilakukan dengan sistem sanitary landfill, di mana sampah organik diolah dan sampah anorganik dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi.
Pontianak Utara, kata Edi, memiliki tantangan tersendiri karena sekitar 30 persen wilayahnya berupa lahan gambut yang berfungsi sebagai kawasan pertanian dan konservasi. Kondisi ini menuntut kebijakan pembangunan yang berbeda dibanding wilayah selatan kota.
Di sisi lain, tingginya aktivitas kendaraan berat, termasuk truk tangki bahan bakar, turut memberi tekanan pada infrastruktur jalan. Pemerintah kota memilih pendekatan pengaturan jam operasional untuk menjaga kelancaran lalu lintas tanpa menghambat aktivitas ekonomi.
Pemkot Pontianak mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur Pontianak Utara sebesar Rp63 miliar pada tahun ini, meningkat dari Rp56,4 miliar pada tahun sebelumnya.











