triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan dampak digitalisasi terhadap pembinaan generasi muda saat Safari Ramadan dan salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Edi, Ramadan seharusnya dimaknai sebagai momentum hijrah dari perilaku negatif menuju hal-hal yang lebih baik. Selain meningkatkan iman dan takwa, Ramadan juga menjadi waktu refleksi untuk memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan.
Ia menyebutkan, mayoritas penduduk Pontianak beragama Islam, sehingga nuansa Ramadan sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, perkembangan teknologi digital dinilai membawa tantangan serius, terutama bagi kalangan remaja.
“Media sosial itu punya dua sisi. Di satu sisi mempercepat komunikasi dan dakwah, tapi di sisi lain juga membawa banyak konten negatif jika tidak dikendalikan,” kata Edi.
Ia menilai, derasnya arus informasi digital dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda apabila tidak diimbangi dengan pembinaan iman dan aktivitas produktif.
Pemerintah Kota Pontianak, kata Edi, terus mendorong kegiatan positif bagi remaja melalui olahraga, seni budaya, dan dakwah. Ia juga mengajak peran aktif orang tua dan masyarakat agar anak-anak tidak mudah terpengaruh budaya luar yang bertentangan dengan nilai agama.
“Ini tanggung jawab kita bersama agar generasi ke depan menjadi generasi Qurani dan Islami,” ujarnya.
Edi berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjaga Pontianak sebagai kota yang toleran dan beradab.










