triggernetmedia.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 diperkirakan mendorong perputaran uang nasional lebih dari Rp9 triliun. Proyeksi tersebut disampaikan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, seiring lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang Imlek.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyebutkan peningkatan pergerakan penumpang terjadi di hampir seluruh moda transportasi.
Menurut data Kadin, penumpang pesawat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai sekitar 1,74 juta orang. Penumpang kereta api konvensional hampir 1 juta orang, sementara Kereta Cepat Whoosh mencatat kenaikan sekitar 25 persen. Pergerakan kendaraan pribadi juga mencapai sekitar 1,6 juta unit, baik keluar maupun masuk wilayah Jabodetabek.
Sarman mengatakan, perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencapai sekitar 11,25 juta orang, dengan pola konsumsi yang meningkat selama perayaan Imlek.
Ia menilai konsumsi rumah tangga pada momentum Imlek berpotensi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 di kisaran 5,5 persen. “Momentum ini akan berlanjut karena setelah Imlek, ekonomi nasional masih ditopang Ramadan dan Idul Fitri,” kata Sarman.




