triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan yang mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan politik tanpa meninggalkan nilai dasar Al Quran dan Sunnah.
Menurut Edi, gerakan tajdid atau pembaruan yang menjadi ciri Muhammadiyah tidak hanya tercermin dalam pembaruan pemikiran, tetapi juga dalam sikap dan tindakan progresif di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Karena itu, ruang dialog dinilai penting untuk memperkuat ukhuwah sekaligus membangun kesadaran politik yang berlandaskan etika dan moral.
“Forum seperti ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang pembelajaran bersama. Ada kesinambungan antara pengalaman para senior dan semangat adik-adik mahasiswa,” kata Edi saat membuka Dialog Ideopolitor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (13/2/2026).
Ia berharap dialog tersebut dapat menumbuhkan kesadaran berpolitik yang santun dan beretika, memperkuat organisasi sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan umat, serta mendorong generasi muda berperan aktif dalam pembangunan dengan semangat kebangsaan.
Edi juga menyinggung tantangan global di era digital yang semakin kompleks. Menurut dia, generasi muda dituntut tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga kritis dan melek informasi.
“Mahasiswa harus mengikuti perkembangan informasi, baik nasional maupun global. Dengan wawasan yang luas, kontribusi bagi bangsa akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Helman Fachri, mengatakan dialog ideologi dan politik tersebut merupakan agenda tahunan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami sejarah lahirnya Muhammadiyah serta nilai-nilai yang diperjuangkan.
“Muhammadiyah bisa bertahan sampai sekarang karena ideologinya. Kegiatan ini penting agar gerakan tetap seiring dan seirama,” katanya.











