triggernetmedia.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), membeberkan pembaruan data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang kini lebih akurat berkat pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam Sarasehan Kesehatan Nasional di DPR RI, Rabu (12/2/2026), Gus Ipul menjelaskan bahwa prioritas PBI-JK kini tertuju pada kelompok masyarakat miskin dan rentan (desil 1–5). “Sekarang inclusion error turun signifikan. Penerima dari desil 6–10 tinggal sekitar 45 ribu lebih, sementara penerima di desil 1 dan 2 meningkat setelah penyesuaian berbasis DTSEN,” ujarnya.
Jumlah peserta PBI-JK yang dibiayai APBN tercatat 96,8 juta jiwa, dengan total penerima dari APBN dan APBD mencapai lebih dari 150 juta orang, sekitar 55 persen populasi Indonesia. Gus Ipul menekankan pentingnya verifikasi, validasi, dan ground check untuk memastikan data akurat, sekaligus menjamin akses layanan kesehatan bagi peserta yang membutuhkan, termasuk pasien kronis dan katastropik.
Mekanisme reaktivasi juga diterapkan untuk peserta nonaktif. Data penetapan penerima manfaat dilakukan Kementerian Sosial melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, sebelum diteruskan ke Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial dan menjamin hak kesehatan masyarakat miskin.




