triggernetmedia.com – Indonesia menyatakan kesiapan mengerahkan hingga 8.000 prajurit TNI ke Gaza sebagai bagian dari implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai Amerika Serikat pada akhir 2025. Langkah ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menyatakan kesiapan operasional dalam kerangka Pasukan Stabilisasi Internasional.
Laporan BBC Internasional yang dikutip Rabu (11/2/2026) menyebutkan bahwa Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dewan tersebut memperoleh mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengonfirmasi bahwa pelatihan khusus bagi prajurit TNI telah dimulai. Ia menyebutkan, fokus utama pengerahan pasukan Indonesia berada pada bidang medis dan zeni guna mendukung pemulihan layanan kesehatan serta rekonstruksi infrastruktur pascakonflik.
ISF dirancang untuk menjalankan sejumlah tugas utama, antara lain mengamankan wilayah perbatasan Gaza, memastikan proses demiliterisasi termasuk pelucutan senjata kelompok bersenjata, mengawasi pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina, serta memimpin upaya rekonstruksi pascaperang.
Pertemuan perdana Board of Peace dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari 2026 guna membahas rincian teknis pelaksanaan misi. Meski menuai pro dan kontra di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterlibatan Indonesia dilandasi kewajiban moral sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.
Sementara itu, media penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa kawasan di selatan Gaza, antara Rafah dan Khan Younis, telah disiapkan sebagai lokasi barak pasukan TNI yang akan menjadi basis operasi kemanusiaan selama misi berlangsung.




