triggernetmedia.com – Desa Lambau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan bandeng. Desa yang terletak di pesisir pantai utara tersebut selama ini dikenal sebagai penghasil kelapa, namun sumber daya air payau yang dimiliki juga cocok untuk pengembangan perikanan.
Kepala Desa Lambau, Muhamad Yani Melik, mengatakan masyarakat telah mulai mencoba budidaya ikan bandeng sejak sekitar satu tahun terakhir. Meski menghadapi tantangan alam berupa banjir rob, ia optimistis usaha tersebut dapat terus dikembangkan.
“Kondisi geografis Desa Lambau berada di garis pantai, sehingga air payau sangat mendukung budidaya bandeng. Tantangan terbesar memang banjir rob yang rutin terjadi setiap Desember,” kata Yani saat menerima mahasiswa Magister FISIP Universitas Tanjungpura dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).
Yani menjelaskan, pada tahun lalu warga juga mengembangkan budidaya ikan nila dan tanaman melon. Namun banjir rob menyebabkan tanaman melon gagal panen dan ikan di kolam terlepas ke laut. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi warga.
“Tahun ini kami coba lagi. Untuk bandeng, solusinya panen lebih awal sebelum bulan Desember,” ujarnya.
Upaya pengembangan budidaya bandeng mendapat dukungan dari program PPM Magister FISIP Untan berupa bantuan 6.000 bibit ikan bandeng dan nila. Selain itu, mahasiswa juga berkolaborasi dengan PKK Desa Lambau dalam pengembangan tanaman obat keluarga (toga) serta pembuatan 15 plang penanda RT.
Dosen Pembimbing PPM Magister FISIP Untan, Prof. Dr. Fatmawati, mengatakan seluruh program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat desa. “Mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala desa agar program benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ke depan, warga berharap Desa Lambau tidak hanya memproduksi bandeng segar, tetapi juga olahan seperti bandeng presto untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan desa.




