triggernetmedia.com – Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen pada 2026, lebih tinggi 0,2 poin persentase dibandingkan perkiraan Oktober 2025. Kenaikan proyeksi ini mencerminkan keyakinan IMF terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Dalam laporan terbarunya, IMF menilai stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga berkat kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, reformasi struktural yang terarah, serta penguatan koordinasi antarkebijakan. Inflasi dinilai berada dalam kisaran sasaran, sementara pelonggaran moneter hingga 2025 dianggap masih diperlukan untuk menopang pertumbuhan.
IMF juga mencatat kemajuan pendalaman pasar keuangan dan membaiknya transmisi kebijakan moneter. Ketahanan sektor keuangan dinilai tetap solid, ditopang oleh penguatan regulasi, pengawasan, serta pengembangan sektor jasa keuangan. Di sisi fiskal, disiplin anggaran dengan aturan fiskal yang kredibel menjadi faktor penyangga stabilitas.
Meski demikian, jalan menuju target Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045 masih bergantung pada konsistensi reformasi struktural. IMF mengingatkan bahwa tekanan global—mulai dari ketegangan perdagangan, perlambatan ekonomi dunia, hingga volatilitas pasar keuangan—dapat sewaktu-waktu mempengaruhi kinerja domestik.
Bank Indonesia menyambut positif penilaian tersebut. Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, menyatakan proyeksi IMF sejalan dengan asesmen bank sentral yang melihat ekonomi nasional tetap tumbuh kuat dengan dukungan reformasi struktural.
Namun, IMF memberi catatan khusus terhadap risiko domestik. Lembaga itu mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengelola belanja negara dan menjalankan program-program besar. “Perubahan kebijakan yang signifikan, jika tidak disertai pengamanan yang kuat, dapat meningkatkan kerentanan,” tulis IMF dalam laporannya.




