triggernetmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengebut pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,3 persen, ditopang sektor unggulan dan peningkatan investasi.
Pernyataan itu disampaikan Ria Norsan saat membuka Musyawarah Provinsi ke-7 Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya, Kamis, 22 Januari 2026. Ia berharap Kadin dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat iklim usaha dan mempercepat capaian pembangunan.
Meski mencatat tren positif, Gubernur mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global, terutama fluktuasi nilai tukar dan tekanan ekonomi eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas daerah. Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Ria Norsan menilai peran dunia usaha semakin krusial, baik dalam mendorong investasi maupun menciptakan lapangan kerja.
Tokoh nasional asal Kalimantan Barat Oesman Sapta Odang menegaskan Kadin tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengusaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Ia mendorong Kadin Kalbar untuk aktif membantu pemerintah daerah, menjaga stabilitas, serta mendorong pola pikir pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.




