triggernetmedia.com – Satu bulan pasca-hantaman Siklon Tropis Senyar, denyut nadi kehidupan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mulai berdetak kembali.
Bencana yang merenggut 1.138 nyawa ini sempat melumpuhkan total akses di wilayah utara dan tengah Sumatra.
Namun, per awal Januari 2026, Direktorat Jenderal Bina Marga melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan akses vital.
Oprit Jembatan Krueng Meureudu di Pidie Jaya kini telah berfungsi kembali, sementara pembersihan lumpur di jalan nasional lintas Pidie Jaya-Bireuen telah mencapai 14,21 km.
Di Sumatra Barat, pembangunan jembatan darurat tipe Bailey di Malalak menjadi prioritas agar mobilitas logistik dan akses kesehatan tidak lagi terhambat.
Pemerintah menekankan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci untuk memulihkan Sumatra dari salah satu bencana terdahsyat di dekade ini.
| Kategori Dampak | Jumlah / Detail |
| Korban Jiwa | 1.138 Tewas, 163 Hilang |
| Pengungsi | 399,2 Ribu Jiwa (Terbanyak di Aceh: 377,9 Ribu) |
| Infrastruktur Rusak | 3.188 Sekolah, 99 Jalan, 97 Jembatan |
| Fasilitas Kesehatan | 215 Fasilitas Terdampak |
Fokus Pemulihan Konektivitas (Januari 2026)
-
Aceh (Pidie Jaya): Pembersihan Jalan Nasional Batas Pidie Jaya-Bireuen (KM 157+025 s.d KM 171+235) sepanjang 14,21 km.
-
Sumatra Barat (Agam): Pemasangan jembatan darurat tipe Armco/Bailey di Ruas Sicincin-Simpang Balingka (KM 74+800).
-
Logistik: Pengerahan ratusan alat berat untuk memastikan jalur distribusi kebutuhan pokok dan obat-obatan tetap terbuka.




