triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan lebih dari separuh kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatra telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Hal itu disampaikan Pratikno dalam konferensi pers bersama di posko Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pratikno menjelaskan, di Aceh terdapat tujuh kabupaten/kota yang telah memasuki fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Sementara itu, 11 kabupaten/kota lainnya masih memperpanjang masa tanggap darurat.
Di Sumatera Utara, delapan kabupaten/kota sudah masuk tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sedangkan delapan kabupaten/kota lainnya masih berada pada fase tanggap darurat. Adapun di Sumatera Barat, 10 kabupaten/kota telah memasuki fase transisi, sementara tiga kabupaten/kota masih dalam status tanggap darurat.
Menurut Pratikno, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan agar daerah terdampak benar-benar siap memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Terkait pemulihan infrastruktur dasar, Pratikno mengatakan pemerintah terus menambah pengiriman genset, mobil penjernih air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Pengoperasian fasilitas tersebut juga terus diperluas.
Sementara itu, jaringan telekomunikasi telah kembali normal di 14 kabupaten/kota. Untuk wilayah yang belum pulih, pemerintah menambah 280 unit Starlink dan terus mempercepat pemulihan jaringan komunikasi.
Di bidang kesehatan, Pratikno memastikan pemerintah terus mengirimkan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dokter umum, serta calon dokter internship sebagai relawan. Layanan difokuskan pada kesehatan dasar, bedah minor, dan trauma healing.
Pratikno menyebutkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) telah beroperasi, meski sebagian belum berfungsi secara penuh. Dari total 867 puskesmas terdampak, kini tersisa delapan puskesmas yang masih dalam tahap pemulihan.
Untuk sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai kembali pada 5 Januari 2025. Tercatat sebanyak 3.700 sekolah terdampak bencana, dengan sekitar 3.100 sekolah mengalami kerusakan berat.
Pemerintah menargetkan proses pembersihan di 587 sekolah rampung pada 4 Januari 2025. Namun, sebanyak 54 sekolah masih akan melaksanakan pembelajaran di tenda.
Terkait hunian sementara (huntara), Pratikno menyampaikan bahwa hingga 28 Desember pembangunan huntara di tiga provinsi telah dimulai. Total sebanyak 1.050 unit huntara dibangun, terdiri dari 450 unit oleh BNPB bersama pemerintah daerah dan 600 unit oleh Danantara bersama jajaran BUMN. Sebagian unit tersebut telah selesai dibangun.
Pratikno juga memaparkan perkembangan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Di Aceh, dari 112 pasar tradisional terdampak, 18 pasar telah beroperasi penuh. Di Sumatera Utara, dari 47 pasar terdampak, 46 pasar telah kembali beroperasi. Sementara di Sumatera Barat, dua dari tiga pasar terdampak sudah mulai beroperasi.
Pemerintah, kata Pratikno, akan terus mempercepat pemulihan pasar tradisional melalui penataan infrastruktur, pembersihan, serta dukungan dari kementerian dan lembaga terkait.




