triggernetmedia.com – Pemerintah menaruh harapan besar pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen baru penggerak ekonomi nasional. Program ini dinilai mampu menciptakan efek berantai yang luas, mulai dari penguatan gizi anak hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyebut MBG sebagai pendekatan pembangunan yang berbeda dari pola lama. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi mengandalkan distribusi dari pusat, kini dorongan diarahkan langsung ke masyarakat bawah.
“Selama ini ekonomi sering digerakkan dari atas dan sulit sampai ke masyarakat. Lewat MBG, justru perputaran dimulai dari bawah,” kata Nanik dalam Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (12/12/2025).
Menurut Nanik, strategi tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga kisaran 7–8 persen apabila dijalankan secara konsisten dan merata. Selain menyasar pemenuhan gizi, program ini membuka ruang ekonomi baru bagi petani, UMKM pangan, hingga pengelola dapur layanan gizi.
Dalam perancangannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan agar pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak diserahkan kepada badan usaha murni. Pemerintah memilih menggandeng yayasan pendidikan, keagamaan, dan sosial agar manfaat ekonomi turut memperkuat sektor-sektor yang memiliki misi pelayanan publik.
“Presiden ingin yayasan yang selama ini bergerak di bidang sosial punya kemandirian ekonomi, bukan semata mengejar keuntungan,” ujar Nanik.
Ia mengakui, keterbatasan modal yayasan sempat menjadi perhatian. Namun pemerintah membuka ruang pembiayaan perbankan agar yayasan tetap dapat berpartisipasi tanpa mengorbankan nilai sosial program.
Nanik juga mengingatkan adanya fenomena yayasan baru yang muncul semata-mata untuk mengejar peluang bisnis MBG. Ia menegaskan bahwa program ini tidak boleh dimanfaatkan secara berlebihan dan harus dijalankan sesuai tujuan awal.
“MBG ini bukan ladang bisnis. Nilai utamanya adalah kebermanfaatan dan kepedulian sosial,” tegasnya.
Menutup arahannya, Nanik mengajak seluruh mitra menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sekolah penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.




