triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pontianak periode 2025–2030. Ia meminta para pengurus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia kota.
Menurut Edi, Bunda PAUD memiliki peran penting sebagai penggerak dan motivator pelayanan PAUD di seluruh tingkatan wilayah, mulai dari kota hingga kelurahan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendataan akurat terhadap anak usia 3–6 tahun agar seluruhnya memperoleh akses pendidikan yang memadai.
“Camat dan lurah harus memastikan warganya mendapatkan layanan PAUD,” ujarnya seusai pelantikan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (28/11/2025).
Ia menyebut PAUD sebagai isu prioritas nasional dan daerah. Pemkot Pontianak, sejak 2006, telah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi sarana-prasarana PAUD serta merancang pembangunan gedung PAUD percontohan. Meski begitu, sejumlah PAUD masih menumpang di tempat lain.
“Jika tempatnya layak tidak masalah, namun pemerintah tetap perlu hadir memfasilitasi,” katanya.
Edi menilai peningkatan mutu PAUD memerlukan dukungan lintas sektor. Ia mengajak BUMN dan BUMD melalui program CSR untuk ikut membangun fasilitas PAUD dan berkolaborasi dengan Bunda PAUD dalam pengelolaannya. “Keterlibatan dunia usaha, keluarga, dan masyarakat akan memperkuat layanan PAUD di Pontianak,” ujarnya.
Bunda PAUD Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Kamtono menyampaikan bahwa Pokja Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam mewujudkan layanan PAUD holistik-integratif. Ia menilai sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan penting untuk meningkatkan angka partisipasi PAUD.
“Kami ingin anak-anak mendapat layanan terbaik sejak usia dini,” ujarnya.
Yanieta menjelaskan, Peraturan Wali Kota Nomor 113 Tahun 2021 menetapkan kewajiban mengikuti PAUD minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun. Kebijakan ini, katanya, memastikan kesiapan anak secara karakter, sosial, dan kognitif.
Ia menegaskan kembali bahwa PAUD bukan tempat untuk penekanan calistung (membaca, menulis, berhitung). PAUD ditujukan untuk menumbuhkan karakter dan keterampilan dasar melalui metode bermain sambil belajar.
“Di PAUD anak belajar bersosialisasi, disiplin, antre, dan membangun kepercayaan diri. Calistung bukan tuntutan di PAUD,” tuturnya.











