triggernetmedia.com – Negara-negara ASEAN menyepakati langkah bersama untuk memperkuat stabilitas dan integrasi keuangan kawasan. Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan bank sentral ASEAN yang digelar pada September 2025.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menyebut Indonesia berkomitmen mendorong integrasi perdagangan dan investasi di kawasan, antara lain melalui pengurangan hambatan non-tarif, percepatan konektivitas sistem pembayaran, serta perluasan transaksi mata uang lokal.
“ASEAN perlu memperkuat jaring pengaman regional dan menjadikan sektor keuangan sebagai kunci untuk menjaga ketahanan sekaligus memperdalam integrasi keuangan,” ujar Filianingsih, Minggu (21/9/2025).
Fokus pada Local Currency Transaction
BI menegaskan pentingnya local currency transaction (LCT) sebagai strategi untuk mengurangi kerentanan eksternal. Selain itu, pertemuan menyoroti tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, fragmentasi rantai pasok, hingga percepatan digitalisasi dan transisi energi.
Pentingnya Manajemen Krisis
Sejalan dengan semakin dalamnya integrasi perbankan dan pasar modal, Filianingsih juga menekankan perlunya penguatan manajemen krisis agar stabilitas kawasan tetap terjaga.
Agenda Selanjutnya
Pertemuan ASEAN Senior Level Committee (SLC) berikutnya dijadwalkan berlangsung di Filipina pada Triwulan I-2026, dengan BI dan State Bank of Viet Nam kembali bertindak sebagai co-chairs.

