triggernetmedia.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, bantuan sosial (bansos) harus benar-benar sampai ke penerima yang tepat. Hal itu, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
Tito meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak sebatas menyalurkan bantuan, tetapi juga mengidentifikasi akar masalah kemiskinan di wilayah masing-masing. “Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Dengan memahami hal itu, bansos akan lebih efektif bagi kelompok rentan,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
Pernyataan Mendagri ini mendapat dukungan dari sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tantan Hermansah. Ia menilai arahan tersebut penting agar bansos tidak lagi dipolitisasi atau hanya diberikan kepada kelompok dekat dengan pejabat daerah.
Menurut Tantan, persoalan kemiskinan tak bisa hanya dilihat dari angka statistik. Pemda perlu pendekatan kualitatif untuk memahami hambatan struktural maupun faktor budaya yang membuat sebagian warga miskin enggan menerima bantuan.
Ia menambahkan, aturan teknis bagi Pemda diperlukan agar penyaluran bansos lebih terarah, mulai dari metode pendataan hingga evaluasi. “Dengan regulasi yang jelas, arahan Mendagri bisa dijalankan dan tepat sasaran,” pungkasnya.











