triggernetmedsia.com – Nepal tengah menjadi sorotan dunia setelah gelombang demonstrasi besar-besaran meletus, dipelopori oleh generasi Z. Uniknya, di tengah seruan perubahan dan perlawanan terhadap korupsi, bendera ikonik dari anime One Piece terlihat berkibar di antara kerumunan massa. Simbol ini mengingatkan pada semangat perlawanan serupa yang pernah muncul di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Aksi protes yang awalnya damai berubah ricuh, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, serta menarik perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kronologi Aksi Protes di Nepal
Gelombang demonstrasi telah berlangsung selama beberapa hari, dengan puncaknya terjadi pada Senin (8/9) pagi waktu setempat. Sekitar pukul 09.00, ribuan pemuda, termasuk pelajar dan mahasiswa, berkumpul di Maitighar, Kathmandu, sebelum bergerak menuju gedung parlemen.
Awalnya, aksi berlangsung damai. Para peserta mengibarkan bendera nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan. Namun, situasi memanas ketika jumlah massa terus bertambah dan mencoba menerobos barikade keamanan.
Polisi menembakkan peluru karet, gas air mata, dan menggunakan meriam air serta pentungan untuk membubarkan massa. Bentrokan ini menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai sekitar 400 lainnya, termasuk lebih dari 100 polisi.
Ambulans berseliweran di jalanan Kathmandu membawa korban ke rumah sakit. Pemerintah distrik pun memberlakukan jam malam di sejumlah area utama ibu kota.
Pemicu Kemarahan: Pemblokiran Media Sosial
Puncak kemarahan massa dipicu kebijakan pemerintah pada 4 September yang memblokir 26 platform media sosial, termasuk Facebook, YouTube, dan X (Twitter), dengan alasan belum terdaftar resmi di otoritas lokal.
Bagi generasi muda Nepal, langkah itu dianggap sebagai bentuk pembungkaman digital. Media sosial bukan hanya sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah informasi, pendidikan, hingga bisnis.
Simbol Perlawanan ala One Piece
Di tengah aksi tersebut, terlihat bendera Jolly Roger lambang bajak laut One Piece berkibar di kerumunan. Simbol Kru Topi Jerami ini dipandang universal sebagai ikon kebebasan, persatuan, cita-cita besar, dan penolakan terhadap ketidakadilan serta dominasi kekuasaan.
Banyak demonstran membawa poster bergambar Jolly Roger dengan tulisan:
-
“Unmute our voice” (nyalakan suara kami)
-
“Wake up Nepal”
-
“Truth > Propaganda”
-
“Stop loot, start work”
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya populer global, termasuk anime, mampu menjadi bahasa universal dalam perjuangan politik generasi muda.

