triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan kondisi Kalbar tetap aman dan kondusif meski sejumlah daerah di Indonesia tengah dilanda gelombang demonstrasi.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Bupati/Wali Kota se-Kalbar dan jajaran OPD Pemprov, Selasa (2/9/2025), dari Balai Petitih Kantor Gubernur.
“Penyampaian aspirasi mahasiswa di Kalbar berjalan tertib dan damai. Bahkan di daerah yang sebelumnya dikira tidak ada aksi, tetap berlangsung kondusif,” ujar Norsan.
Infrastruktur Jadi Sorotan
Gubernur menekankan infrastruktur jalan masih menjadi persoalan utama masyarakat. Tahun ini Pemprov Kalbar menyiapkan anggaran Rp475 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di 13 kawasan.
Namun, ia mengakui keterbatasan fiskal mengingat lebih dari 60 persen jalan kabupaten masih rusak. “Kondisi jalan berat, dana terbatas. Tidak semua bisa langsung ditangani,” jelasnya.
Atasi Pertambangan Tanpa Izin
Terkait pertambangan tanpa izin (PETI), Norsan mendorong pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Saat ini baru Ketapang dan Kapuas Hulu yang memiliki WPR.
“Pemprov hanya bisa merekomendasikan, keputusan tetap di pusat lewat Kementerian ESDM,” tegasnya.
Lawan Hoaks dan Jaga Stabilitas
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi isu menyesatkan di media sosial. Salah satunya kabar bohong soal gedung DPR RI terbakar.
“Ternyata tidak benar. Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Tiga Arahan Gubernur
Untuk menjaga stabilitas, Norsan menginstruksikan:
-
Perkuat koordinasi dan komunikasi dengan tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, dan aparat.
-
Terapkan pendekatan humanis oleh aparat keamanan.
-
Pastikan pelayanan publik tetap berjalan di bidang pendidikan, kesehatan, UMKM, dan investasi.
“Kalbar adalah rumah besar kita bersama. Mari jaga persatuan dan jangan terbawa arus situasi nasional hingga melupakan tugas utama,” tutup Norsan.











