banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600
Kapuas HuluKilas Kalbar

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan Dorong Kecamatan Embaloh Hulu Canangkan STBM

×

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan Dorong Kecamatan Embaloh Hulu Canangkan STBM

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Benua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Sabtu (22/6).

triggernetmedia.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransisikus Diaan mengatakana, derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan.

“Namun faktor lingkungan dan perilaku yang mempunyai pengaruh atau peranan lebih dari 75 persen terhadap derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Benua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, belum lama ini.

Orang nomor satu di Bumi Uncak ini memaparkan, dari 278 desa dan 4 kelurahan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, hingga saat ini, sebanyak 56 desa (19,8%) (16 kecamatan) yang sudah layak menjadi desa ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar sembarangan.

“Pada tahun 2024, sudah 4 desa yang melakukan deklarasi ODF, diantaranya di Kecamatan Pengkadan dan 4 desa serta se-Kecamtan Embaloh Hulu yang sedang kita laksanakan sekarang,” sebut Sis.

Kekinian, menurutnya akses sanitasi jamban sehat di Kecamatan Embaloh Hulu sudah mencapai 100%. Dengan kata lain Kecamatan Embaloh Hulu telah mampu mencapai kecamatan ODF sejak tahun 2013 hingga 2024.

“Untuk menciptakan lingkungan yang sehat sebetulnya juga tidaklah sulit. Hal ini dapat diawali dari hal-hal kecil. Seperti tidak membuang sampah di sembarang tempat, dengan kata lain membuang sampah haruslah selalu pada tempat yang disediakan,” kata Bupati Sis mengedukasi masyarakatnya.

Untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat pemerintah telah mencanangkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), denganĀ  5 (lima) prinsip STBM yaitu:

  1. stop buang air besar di sembarang tempat;
  2. Cuci tangan pakai sabun;
  3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga;
  4. Pengamanan sampah rumah tangga; dan
  5. Pengamanan limbah cair rumah tangga.

Bupati Fransisikus Diaan menegaskan, deklarasi Stop Buang Air Besar di Sembarang Tempat atau ODF merupakan wujud pemberdayaan masyarakat desa, yang dengan kemandiriannya mampu merubah perilaku masyarakat menuju perilaku hidup yang lebih bersih dan sehat, dari masyarakat yang buang air besar di sembarang tempat, menjadi buang air besar di jamban yang sehat.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen yang tinggi dari masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan,” katanya.

“Saya sangat mengapresiasi Kecamatan Embloh Hulu, karena kecamatan ini adalah kecamatan pertama yang mendeklarasi kan diri sebagai kecamatan ODH se-Kabupaten Kapuas Hulu dan kecamatan ke6 se-Kalimantan Barat,” timpalnya.

Atas kesadaran dan peran aktif stakeholder danĀ  seluruh masyarakat di Kecamatan Embaloh Hulu yang telah berkomitmen melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, melalui gerakan stop buang air besar di sembarang tempat ini, Bupati Sis terus mendorong dan meminta agar dipertahankan secara berkelanjutan.

Sehingga seluruh masyarakat di desa ini tetap sehat dengan lingkungan dan kebersihannya yang selalu terjaga. Saya yakin, melalui gerakan stop buang air besar di sembarang tempat ini, kasus stunting (anak pendek), penyakit diare, penyakit kulit, thypus, hepatitis, kecacingan dan lain-lain di Kecamatan Embaloh Hulu akan berkurang ataupun menurun,” ujarnya.

Dengan di dekalrasikannya Kecamatan Embloh Hulu sebagai Kecamatan ODF diharapkan Pemkab Kapuas Hulu bisa menjadikan permulaan untuk menjadi desa STBM.

“Karena desa ODF adalah permulaan untuk melkasanakan 5 pilar STBM. Maka dari itu kedepannya saya tunggu peningkatan kecamatan embaloh hulu ini sebagai desa STBM,” ujar Bupati Sis.

“Kemudian saya juga minta kepada seluruh masyarakat agar jamban yang ada di tepian sungai dan kali tidak digunakan lagi untuk buang air besar disungai atau kali, dan kepada seluruh kepala desa untuk dapat membuat peraturan desa terkait jamban disungai atau kali dengan harus tulisan tidak boleh buang air besar di sungai dan dilarang membuang sampah di sungai. Sehingga angka kasus penyakit karena pencemaran lingkungan tidak menjadi meningkat. serta meningkatkan perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat,” pesannya memungkas.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *