triggernetmedia.com – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, umumkan kebijakan baru yang melarang impor mobil listrik buatan China ke pasar Amerika.
Kebijakan ini dilandasi oleh kekhawatiran terhadap dominasi produk China yang dapat merugikan industri otomotif nasional.
Ketua Komite Perbankan Senat, Senator Sherrod Brown, anggota Partai Demokrat dari negara bagian Ohio yang merupakan produsen mobil, menyatakan bahwa kendaraan listrik China menjadi ancaman serius bagi industri otomotif Amerika.
“Kami tidak bisa membiarkan Tiongkok membawa kecurangan yang didukung pemerintah ke dalam industri otomotif Amerika,” ujar Senator Brown dikutip dari BBC, Sabtu (13/4).
Presiden Biden sebelumnya telah menyoroti masalah ini pada Februari lalu, menyebutkan bahwa produk mobil listrik China telah membanjiri pasar Amerika dan memiliki potensi risiko keamanan nasional.
“Kami tidak akan membiarkannya terjadi. Saya akan mengawasinya,” tegas Biden.
Tiongkok, yang merupakan produsen mobil terbesar di dunia, saat ini bersaing ketat dengan Jepang untuk menjadi eksportir kendaraan terbesar.
Namun, meskipun Tiongkok memiliki pangsa pasar yang besar di berbagai negara, termasuk Amerika, jumlah mobil Tiongkok di jalan-jalan AS masih rendah.
Hal ini disebabkan oleh tarif impor sebesar 27,5 persen yang dikenakan AS pada kendaraan dari Tiongkok.
Dalam kunjungannya ke Tiongkok pekan ini, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, memberikan peringatan keras kepada Beijing.
Yellen mengingatkan bahwa Amerika tidak akan membiarkan terulangnya “kejutan Tiongkok” seperti pada awal tahun 2000-an, di mana impor Tiongkok membanjiri pasar Amerika.
Kebijakan baru ini tentunya akan menjadi sorotan dalam pemilu November mendatang, di mana Senator Brown berupaya untuk memenangkan masa jabatan keempatnya.
Seiring dengan perkembangan ini, industri otomotif Amerika dan pasar mobil listrik global dapat mengalami pergeseran strategis dalam beberapa tahun ke depan.



