triggernetmedia.com – MotoGP musim 2024 memasuki babak awal yang mengecewakan bagi para murid Valentino Rossi di VR46 Academy.
Dalam dua balapan pembuka, para pembalap muda yang diharapkan untuk bersinar masih kesulitan menunjukkan performa yang memuaskan.
Seri pembuka di Qatar menyaksikan kegemilangan Francesco Bagnaia, satu-satunya pembalap dari VR46 Academy yang mampu menembus podium pertama.
Namun, Marco Bezzecchi hanya mampu finis di posisi ke-14, sementara Franco Morbidelli dan Luca Marini menemui kesulitan di posisi ke-18 dan ke-20.
Balapan kedua diikuti dengan harapan, tetapi Bagnaia harus mengakhiri perlombaan lebih awal setelah insiden bersenggolan dengan Marc Marquez.
Sementara Bezzecchi menunjukkan peningkatan dengan finis di posisi keenam, Morbidelli dan Marini masih terjebak di belakang, gagal meraih poin.
Pernyataan dari para pembalap menunjukkan kesadaran akan tantangan yang dihadapi.
Bezzecchi mengaku adanya kemajuan dalam performa rem, tetapi masih perlu peningkatan pada teknik tikungan.
Marini pun mencatat sedikit kemajuan dibandingkan dengan balapan sebelumnya di Portugal.
Namun, situasi saat ini jauh berbeda dengan penampilan mereka di musim sebelumnya.
Tahun lalu, Bagnaia dan Bezzecchi meraih podium di Portugal, sementara Bezzecchi bahkan merebut podium pertama di Argentina.
Morbidelli juga hampir mencapai podium di berbagai kesempatan.
Meskipun demikian, para pembalap VR46 Academy tetap optimis untuk meningkatkan performa mereka di sisa musim.
Dengan fokus pada pengembangan motor dan peningkatan keterampilan pribadi, mereka berharap dapat kembali bersaing di papan atas MotoGP.
Saat ini, perhatian tertuju pada bagaimana para murid Rossi akan merespons dalam balapan-bakalan selanjutnya, dengan harapan mereka dapat mengatasi tantangan dan kembali bersaing di posisi depan grid.






