banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Shalat Nisfu Syaban Lengkap dengan Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan

Ilustrasi tata cara shalat nisfu syaban (Ilustrasi/Pixabay)
banner 120x600

triggernetmedia.com – Nisfu Syaban merupakan hari istimewa dalam bulan Syaban. Pada hari istimewa tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah. Lantas, bagaimana tata cara shalat nisfu syaban? Berikut ulasannya.

Diketahui, nisfu syaban ini jatuh setiap tanggal 15 Syaban. Tahun ini, Nisfu Syaban yang jatuh pada tanggal 15 Syaban 1445H ini bertepatan dengan tanggal 25 Februari 2024. Pada momen ini, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah.

Adapun melaksanakan sholat sunnah nisfu syaban ini tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berikut ini:

Dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far. Ia berkata: “Jika masuk malam pertengahan bulan Syaban maka sholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Karena Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam…”

Bagi yang akan melaksanakan shalat sunnah Nisfu Syaban, pastikan untuk mengetahui tata caranya. Nah untuk lebih jelasnya, simak berikut ini tata cara shalat nisfu syaban lengkap dengan bacaan niatnya berikut ini:

Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Nisfu Syaban

Sebelum melaksanakan sholat nisfu syaban, maka harus membaca niatnya terlebih dulu. Adapun bacaan niatnya sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Usalli sunnata nisfi Syaban rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah SWT.”

Setelah mengetahui bacaan niatnya, simak berikut ini tata cara melaksanakan sholat nisfu syaban yang jumlahnya dua rakaat.

  • Membaca niat
  • Takbiratul ihram dan baca doa Iftitah
  • Baca surah Al Fatihah
  • Baca surah pendek dalam Al Quran
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud
  • Duduk antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Kembali berdiri untuk rakaat kedua dan lakukan seperti rakaat pertama
  • Setelah Sujud kedua langsung duduk tahiyat akhir
  • Salam
  • Baca doa Nisfu Syaban

Bacaan Doa Nisfu Syaban

Setelah melaksanakan sholat nisfu syaban, dilanjutkan dengan membaca doa. Adapun bacaan doa nisfu syaban yakni sebegai berikut lengkap dengan tulisan arab, latin dan artinya.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin.

Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fî ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fî ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa’idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.”

“Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauhulmahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.”

“Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki.”

“Di sisi-Nya Lauhulmahfuzh.’ Semoga Allah memberikan selawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Sumber: Suara.com

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *