Triggernetmedia.com – Dalam Puncak Sepekan Seni dan Bahasa di SMPN 3 Pontianak, Tim Spanta Percussion tampil memukau dengan mempersembahkan musik tradisional.
Group perkusi ini merupakan peraih medali emas sebagai Penyaji Musik Tradisional Terbaik di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Jakarta pada Agustus lalu.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Spanta Percussion SMPN 3 atas prestasi mereka, yang dianggap telah mengharumkan nama Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar di kancah nasional.
“Saya berharap prestasi yang luar biasa ini akan menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan dan menggali potensinya masing-masing, tidak hanya di bidang seni tetapi bidang-bidang lainnya,” ujarnya.
Edi juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah membimbing dan memberikan semangat kepada siswa SMPN 3, sehingga mereka dapat memberikan kebanggaan bagi sekolah, Kota Pontianak, dan Provinsi Kalbar.
Dia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana menyenangkan di ruang belajar agar siswa lebih mudah menyerap pelajaran.
“Peserta didik harus cinta dengan belajar. Kenalkan mereka terhadap ilmu pengetahuan dengan menarik,” ungkap dia.
Selain itu, dia menyoroti Kurikulum Merdeka Belajar yang melibatkan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar, serta mendorong orang tua untuk menyediakan fasilitas belajar bagi anak-anak mereka.
“Kurikulum ini mengajarkan anak-anak untuk berpikir secara kritis, artinya anak-anak menjadi kritis,” sebutnya.
SMPN 3 Pontianak, dengan semboyan ‘Sekolahnya Para Juara’, bukan hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga memberikan perhatian pada kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Prestasi yang diraih bukan hanya di tingkat kota, melainkan juga di tingkat provinsi hingga nasional, menjadikan sekolah ini sebagai contoh keberhasilan dalam dunia pendidikan.










