triggernetmedia.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengungkapkan tantangan besar dalam membangun Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki luas wilayah yang sangat besar.
Dalam sambutannya di Aula DPRD Kapuas Hulu, Jumat (13/10), Bupati Sis menyatakan harapannya terhadap para mitra pembangunan untuk bersinergi dalam upaya memajukan Kapuas Hulu.
Bupati Kapuas Hulu, yang akrab disapa Bang Sis, menegaskan komitmennya terhadap konsep pembangunan berkelanjutan.
Kabupaten ini telah meraih banyak penghargaan, mulai dari status Heart of Borneo (HoB) hingga menjadi Cagar Biosfer yang diakui oleh UNESCO.
“Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, kita memerlukan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang tata kelola kolaboratif,” ungkap Bupati Sis.
Bupati Kapuas Hulu juga mengungkapkan bahwa BAPPEDA Kapuas Hulu telah mengidentifikasi 17 mitra pembangunan yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan.
MoU ini dianggap penting untuk meningkatkan sinergi dalam program pembangunan.
“Saya sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh BAPPEDA Kapuas Hulu dalam menginisiasi kerjasama ini,” tambahnya.
Dalam kerangka MoU, penting bahwa kebutuhan daerah sejalan dengan program yang dikerjakan oleh para mitra pembangunan. Selain itu, produk lokal juga harus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah ini.
Bupati Sis juga mendorong para mitra pembangunan untuk mempromosikan keunggulan Kapuas Hulu di luar negeri, sehingga hal ini dapat berdampak positif pada investasi di daerah tersebut.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dalam tata kelola kolaboratif ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kapuas Hulu, Kuswandi, kepala OPD Kapuas Hulu, dan perwakilan dari berbagai mitra pembangunan, termasuk AMAN Kapuas Hulu, Serakop Iban Perbatasan (Sipat), GIZ, serta sejumlah yayasan dan organisasi lainnya.
MoU ini diharapkan akan membantu memajukan Kabupaten Kapuas Hulu menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan merata.




