triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, secara resmi membuka advokasi dan sosialisasi mengenai introduksi imunisasi Japanese Encephalitis (JE) di Hotel Harris Pontianak, Selasa (29/8).
Tujuan dari acara ini adalah untuk mendukung pelaksanaan pemberian imunisasi JE di Provinsi Kalimantan Barat yang dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 26 September mendatang.
Pemberian imunisasi JE merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan anak-anak di wilayah ini. Pada tahap awal, akan dilakukan imunisasi tambahan secara massal kepada seluruh anak berusia antara 9 bulan hingga sebelum 15 tahun dalam kurun waktu 2 bulan. Selanjutnya, imunisasi JE akan menjadi bagian dari imunisasi rutin bagi anak-anak usia 10 bulan.
“Kita harus terus mengantisipasi dengan melakukan imunisasi massal dan untuk sukses, ini sebetulnya dengan usia antara 10 bulan sampai 15 tahun capaiannya harusnya cepat, yang harus dimulai dulu dari anak SMP, SD, TK dan yang agak repot itu usia 10 bulan sampai 5 Tahun dan itu yang harus melibatkan ibu-ibu PKK terutama kegiatan yang banyak dilakukan di Posyandu kemudian klinik-klinik yang ada,” ungkap Sutarmidji.
Dengan kesadaran tinggi tentang kesehatan di kalangan masyarakat, terutama ibu-ibu, di Kalimantan Barat, pemerintah optimistis terkait kesuksesan kampanye imunisasi JE ini.
“Kalau Pontianak sudah mencapai 99 persen, Singkawang sekitar 96 persen dan daerah-daerah lain juga sudah di atas 90 persen,” tambahnya.
Gubernur juga menyampaikan keyakinannya bahwa sumber daya manusia yang ada, termasuk vaksinator yang telah berpengalaman dalam program vaksinasi COVID-19, dapat digunakan untuk mensukseskan program imunisasi JE.
“Jadi bisa cepat, tadi itu saya bilang mulai dari SMP, SD, TK dan kalau ini terus dilakukan itu bisa mencapai 70 persen ke atas,” tuturnya.
Pentingnya peran Dinas Pendidikan dalam kesuksesan kampanye imunisasi JE juga ditekankan oleh Gubernur.
“Saya berharap sosialisasinya juga harus betul-betul sampai tapi sifatnya edukasi saja jangan sampai ada seperti kepanikan dan lain sebagainya kemudian dinas kesehatan harus melakukan hal-hal antisipasi terutama kalau imunisasi belum mencapai 100 persen jangan sampai keterjangkitannya berkembang dan ini harus diantisipasi,” terangnya.
Japanese Encephalitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi. Meskipun namanya mengandung unsur “Jepang,” virus ini tidak terbatas pada negara Jepang saja. Virus JE telah menyebar ke lebih dari 20 negara termasuk India, Bangladesh, Thailand, Singapura, dan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Nyamuk Culex memiliki kecenderungan menggigit manusia, sehingga penularan JE dari hewan ke manusia dapat terjadi.
Gejala penyakit ini umumnya muncul dalam 5-15 hari setelah infeksi dan meliputi demam, menggigil, sakit kepala, lemas, mual, muntah, dan bahkan kejang pada anak-anak.
Vaksin JE telah terbukti efektif dan aman dalam mencegah penyakit ini. Meskipun belum ada obat khusus untuk penyakit ini, vaksinasi dan langkah-langkah pencegahan seperti menghindari gigitan nyamuk tetap sangat penting.

