triggernetmedia.com – Pejabat eselon dua yang sedang mengikuti Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) dari berbagai perwakilan daerah di Indonesia melakukan kunjungan ke Kantor Wali Kota Pontianak.
Rombongan tersebut dipimpin oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang secara langsung menerima visitasi ini. Tujuan kunjungan rombongan ini adalah untuk membuat kertas kerja yang mengevaluasi dua lokus utama di Kota Pontianak, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Edi menyampaikan bahwa para peserta Diklatpim akan melakukan penilaian terhadap pelayanan publik yang diberikan oleh kedua lokus tersebut.
“Kita memperkenalkan tentang Kota Pontianak secara umum, yang kedua tentang tata kelola pemerintahan. Jadi apa saja inovasi sudah kita lakukan dan apa-apa saja yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, itu yang kita sampaikan,” terangnya usai agenda Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 20 BKPSDM Provinsi Jawa Barat, di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (21/8).
Edi yang meraih jabatan Wali Kota setelah meniti karir dari staf biasa, memberikan motivasi kepada para peserta untuk berdedikasi dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kunci utama dari kepemimpinan yang efektif adalah ketekunan dalam belajar serta kepatuhan terhadap aturan dan perundang-undangan.
Edi sendiri telah aktif terlibat dalam pembangunan Kota Pontianak, baik dalam program kebijakan maupun langsung terlibat dalam pembangunan sejak tahun 1996.

Dalam konteks pembangunan Kota Pontianak, Edi menyebut beberapa indikator penting yang harus dipertimbangkan. Hal-hal tersebut meliputi pematuhan terhadap peraturan perundang-undangan, memanfaatkan potensi kota sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Barat, mendapatkan dukungan politis, serta keberlanjutan keuangan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keragaman di Pontianak, yang tercermin dalam perayaan meriah hari raya keagamaan dan komitmen pemerintah untuk memelihara toleransi dan kerukunan antaragama.
“Kita perlu tingkatkan dari keberagaman antar suku. Sehingga pembangunan bisa berjalan,” tambahnya.
Edi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak telah berhasil melebihi beberapa target yang ditetapkan dalam RPJMD 2020-2024. Prestasi ini meliputi pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang melampaui angka 80, penurunan angka kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi yang positif. Perkembangan infrastruktur juga telah berdampak pada mobilitas yang semakin tinggi.
Percepatan dalam perizinan dan peningkatan pelayanan publik juga menjadi fokus Pemerintah Kota Pontianak. Edi menegaskan pentingnya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak untuk memprioritaskan penyelesaian masalah di lapangan, terutama yang melibatkan masyarakat.
“Jadi mobilitas yang sangat tinggi ini sedang kita upayakan menjadi kota yang nyaman sesuai visi dan misi,” tutupnya.
sumber berita: kominfo/prokopim



