triggernetmedia.com – Sejumlah penulis yang tergabung dalam kelompok “Women Writing World” telah mengabadikan pengalaman dan perjalanan hidup Sutarmidji dalam sebuah buku berjudul “Kacamata Sutarmidji”.
Buku tersebut secara rinci menggambarkan perjalanan sosok Sutarmidji dari masa kecil hingga mencapai posisi puncak sebagai Gubernur Kalimantan Barat.
Buku ini merupakan hasil karya dari tiga penulis berbakat, Eka Damayanti, Maya Nur Indah Sari, dan didukung oleh Fitriadi, mereka adalah tokoh-tokoh yang tidak asing di dunia literasi Kalimantan Barat.
Buku ini diisi sepenuhnya dengan potret-potret kehidupan sehari-hari Sutarmidji yang dijalin menjadi narasi menarik.
“Buku ini memuat sedikit tentang latar belakang saya. Banyak yang menarik, saya lupa apa yang pernah saya buat tapi direkam dalam buku ini,” kata Gubernur Kalbar saat me-launching bedah Buku “Kacamata Sutarmidji” di Pendopo Kalbar, Rabu (9/8).
Pada peluncuran buku yang juga menjadi forum bedah buku, narasumber yang dihadirkan termasuk Edi Suratman, mantan Pemimpin Redaksi Pontianak Post, Salman, dan sejarawan Kalbar, Safarudin Daeng Usman.
Acara ini juga diramaikan dengan untaian puisi penuh makna yang ditulis oleh seniman ternama dari Kalimantan Barat, Pradono, Puisi berjudul “Kita Di Sini” mampu menyentuh hati para hadirin dan membuat mereka terpesona oleh setiap baitnya.
Sutarmidji, dalam peluncuran tersebut, menyatakan bahwa buku ini mengandung gambaran latar belakang dirinya yang menarik dan beragam, Ia merasa terkesan dengan buku ini yang berhasil merekam perjalanan hidupnya dengan begitu baik.
Ia menekankan bahwa bahasa yang digunakan dalam buku ini ringan dan mudah dipahami oleh pembaca, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dengan mudah dicerna.

Meskipun kalimat-kalimat dalam buku ini terasa seperti menjalin berbagai pertanyaan, namun benang merah dari cerita tersebut tetap bisa ditemukan.
Sutarmidji juga membagikan cerita mengenai keinginannya untuk menjadi seorang walikota di masa lalu, serta pesannya agar memilih pemimpin yang memiliki daya tarung.
“Jangan pernah memilih pemimpin yang tidak memiliki daya tarung. Tidak akan maju institusi itu yang dipimpin,” tutup Gubernur.
Eka Damayanti, salah satu penulis buku ini, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada tim penulis dalam menyelesaikan buku ini.
Ia juga menyoroti kolaborasi dari berbagai pihak yang membuat buku ini menjadi kenyataan, dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap narasumber, tim penyusun, dan rekan-rekan penulis yang terlibat dalam proyek ini.
“Pada kesempatan ini saya berterima kasih juga kepada rekan-rekan penulis lainnya dan bahkan yang paling penting adalah tim penyusun yang sangat membantu dalam merealisasikan buku ini diantaranya seperti, Bapak Abussamah, Bapak Azwar, terus ada bapak Sefri Kurniadi, Ibu Novi dan juga Bapak Nizar dan tim lainnya yang tak bisa disebutkan satu – persatu. Sekali lagi saya berterima kasih atas bantuan dari semuanya termasuk narasumber, Ibu Lismaryani dan rekan – rekan lainnya ,” ujar Eka.
Peluncuran buku “Kacamata Sutarmidji” ini dihadiri oleh banyak tokoh penting, termasuk istri Sutarmidji, Lismaryani, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Direktur Utama Bank Kalbar, penulis buku “Kacamata Sutarmidji”, serta perwakilan dari siswa-siswi SMA/SMK se-Kalimantan Barat.




