triggernetmedia.com – Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Gedung Baruga Ogi Sungai Raya Dalam, yang juga menjadi Sekretariat Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Provinsi Kalimantan Barat, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, ikut serta dalam acara Coffee Morning yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Merah Putih, Rabu (9/8).
Acara tersebut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Kalimantan Barat. Acara ini berlangsung pada hari Rabu (9/8).
Tema dari acara Coffee Morning ini, seperti yang dipaparkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Muhammad Yusuf, adalah “Mendukung Pemilu Damai untuk Demokrasi Bermartabat.”
Selama acara tersebut, Wakil Gubernur Ria Norsan mengungkapkan rasa syukurnya bahwa dari 38 provinsi di Indonesia, hanya Kalimantan Barat yang memiliki Perkumpulan Merah Putih.
Ia melihat hal ini sebagai anugerah ilahi, karena perkumpulan ini menyatukan berbagai suku yang ada di Kalimantan Barat.
Ia menekankan pentingnya merawat dan menjaga kerukunan etnis di Kalimantan Barat serta memuji tema acara ini, yaitu “Mendukung Pemilu Damai untuk Demokrasi Bermartabat.”
Mengakui bahwa ketegangan politik sering timbul selama pemilu, ia mendorong para pejabat partai politik, calon legislatif, dan calon pemimpin daerah yang hadir untuk berperilaku dengan hormat dan menghormati nilai-nilai Perkumpulan Merah Putih dalam aktivitas politik mereka.
Lebih lanjut, Norsan mendorong seluruh warga untuk menggunakan media sosial dengan bijak, Ia menyoroti bahwa di era digital saat ini, tidak hanya kata-kata lisan yang penting, tetapi juga perilaku online, dan perilaku online yang bertanggung jawab berkontribusi pada pemeliharaan harmoni dan ketenangan di Kalimantan Barat.
“Selain dari ucapan dan kata-kata, kita juga harus menjaga tindakan online kita. Dengan melakukannya, kita dapat memastikan kelanjutan harmoni dan persatuan di Kalimantan Barat. Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami menyambut baik acara ini dan berharap acara ini terus memupuk kerjasama dan harmoni. Dengan perkumpulan seperti Merah Putih, kami yakin Kalimantan Barat akan tetap aman dan damai, sehingga memfasilitasi upaya pembangunan kita,” tegas Ria Norsan.
Lebih mendalam dalam pidatonya, Norsan menyoroti keberagaman individu, yang meliputi agama, etnis, dan status sosial. Ia menekankan bahwa perbedaan-perbedaan ini seharusnya menjadi faktor penyatuan, bukan sumber perpecahan.
“Bayangkan sebuah tumpukan lidi – secara individual, mereka rapuh, tetapi saat digabungkan, mereka menjadi kuat. Mari kita bersatu demi kemajuan Kalimantan Barat yang kita cintai,” tambahnya.
Perwakilan Ketua Perkumpulan Merah Putih menekankan pentingnya mempertahankan solidaritas dan nilai-nilai perkumpulan serta kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga membahas masa berakhirnya kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat dan mengusulkan gagasan untuk mengadakan festival budaya besar-besaran guna menampilkan kekuatan dan persatuan bangsa.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Muhammad Yusuf, mendorong semua pihak untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antar organisasi untuk memastikan pelanggaran apa pun segera ditangani melalui tindakan hukum.
“Pelaku dalam mewujudkan pemilu demokratis – langsung, umum, bebas, dan rahasia – adalah penyelenggara pemilu yang harus memiliki integritas dan profesionalisme. Para peserta, termasuk partai politik dan calon, juga harus berperilaku dengan integritas. Kampanye sebaiknya menghindari isu-isu SARA, menghindari penghinaan terhadap golongan lain, dan menghindari permasalahan dasar negara Indonesia, Konstitusi, serta kampanye dengan tindakan kekerasan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa organisasi masyarakat sipil seperti Perkumpulan Merah Putih, yang menghimpun berbagai kelompok etnis di Kalimantan Barat, memiliki peran penting dalam memastikan pemilu demokratis, berkualitas, dan bermartabat.
Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kalimantan Barat, yang bertindak sebagai penyelenggara acara, menjelaskan bahwa partisipasi dari 24 kelompok etnis bertujuan untuk berkontribusi pada kesuksesan pemilu yang damai dan bermartabat.
Perkumpulan Merah Putih adalah satu-satunya perkumpulan legal dari jenisnya di Indonesia dan berfungsi sebagai kekuatan pemersatu, sejajar dengan KKSS, yang menghimpun empat kelompok etnis dari luar Sulawesi Selatan.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Basri Har, Wakil Ketua Perkumpulan Merah Putih, Effendy, Ketua BPW KKSS Provinsi Kalimantan Barat, Burhanuddin Ahad, beserta timnya, Ketua BPD KKSS Kabupaten Kubu Raya, Hamzah Tawil, para pemimpin berbagai asosiasi masyarakat di Provinsi.



