triggernetmedia.com – Asisten Administrasi Umum Setda Landak Theresia Limawardani mengatakan pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting Kecamatan bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya konvergensi penanganan stunting secara terintegrasi dimasing-masing desa dan kecamatan dalam rangka membangun komitmen stakeholder di tingkat kecamatan dan desa dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi serta memberikan gambaran situasi stunting dimasing-masing desa dan kecamatan.
“Desa dan kecamatan diharapkan dapat mengsinergikan rencana kegiatan intervensi stunting secara terintegrasi untuk diusulkan pada kegiatan Musrenbang di masing-masing desa dan kecamatan,” ujar Theresia mewakili Pj Bupati Landaka pada kegiatan Rembuk Stunting di Kecamatan Meranti Tahun 2022 dalam rangka Percepatan Penurunan Angka Stunting Melalui 8 (delapan) Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Terintegrasi Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Kabupaten Landak, d di Aula Puskesmas Meranti, Kecamatan Meranti. Selasa (30/8/2022) Siang.
Menurutnya, berdasarkan data prevalensi stunting di Kecamatan Meranti tahun 2021 telah mengalami penurunan, namun masih menunjukkan persentase yang cukup tinggi yaitu sebesar 35,7% dan mengalami penurunan sebesar 2% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 37,7%.
“Pemerintah Pusat mempunyai target untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024. Maka dari itu, Pemerintah menerbitkan Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang merupakan payung hukum bagi Strategi Nasional,” ujarnya.
“Perpres ini dapat memperkuat kerangka kelembagaan, kerangka intervensi dengan melakukan pendekatan keluarga beresiko stunting, pemantauan dan evaluasi,” sambung Theresia.
Theresia menyebut Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi prioritas secara khusus Kabupaten Landak yang mengalami kondisi tinggi stunting maka hal ini menjadi perhatian khusus bagi nasional, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
“Pentingnya komitmen bersama untuk menyelenggarakan percepatan penurunan stunting dengan mengacu pada 5 Pilar Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Daerah yang harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” katanya.
“Dari 19 Desa Lokus di Kabupaten Landak, terdapat 6 Desa Lokus Stunting yang ada di Kecamatan Meranti yaitu Desa Kelampai Setolo, Meranti, Ampadi, Selange, Moro Betung dan Tahu yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Landak untuk mengentaskan stunting dengan memperhatikan keakuratan data di lapangan dan inovasi-inovasi yang dapat dilakukan,” paparnya lagi.
Theresia berharap melalui rembuk stunting di kecamatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi semua dan angka prevalensi stunting dapat menurun. Dengan diadakannya kegiatan Rembuk Stunting Kecamatan pada hari ini dapat meningkatkan komitmen yang kuat dari semua stakeholder agar peran dari masing-masing stakeholder dapat dilaksanakan dengan baik.
“Saya harapkan kolaborasi dapat terjalin antara Forkopimda, Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, Bidan Desa, TPK dan KPM. Semoga masalah stunting di Kecamatan Meranti dapat teratasi,” tutup Theresia.
Turut hadir para Asisten Sekda Kab. Landak, para Kepala OPD Kabupaten Landak yang terkait atau pejabat yang mewakili, Perwakilan Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Landak, Camat Meranti, Kapolsek Meranti, Danramil Meranti, para Kepala Desa Se-Kecamatan Meranti, Ketua TP-PKK Kabupaten Landak, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Kecamatan Meranti, Ketua DAD Kecamatan Meranti, TP-PKK Desa Se-Kecamatan Meranti, KPM Se-Kecamatan Meranti, dan tamu undangan lainnya.
