triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengambil sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Rabu (13/7/2022).
Pengambilan sumpah terhadap 388 PNS formasi tahun 2019 ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota.
“Pada saat proses jadi CPNS, pasti telah mendapat masukan tentang tugas dan fungsi dari aparatur. Yang jelas kita harus mematuhi dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1946 serta perundang-undangan,” kata Wali Kita Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.
Edi berpesan agar PNS yang baru saja diambil sumpahnya itu untuk berdedikasi dalam melayani masyarakat.
Dirinya meyakini, jika seluruh PNS mengubah pola pikir seperti demikian, pembangunan Kota Pontianak akan berjalan dengan sangat pesat.
“Peduli dengan sekitar. Jika ada masalah, jadilah teladan di tengah masyarakat. Itulah kewajiban PNS. Bekerjalah dengan cepat, tepat, ikhlas dan koordinatif,” pesannya.
Edi menambahkan, dalam melayani masyarakat, perlunya menerapkan konsep 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.
“Lima hal ini cukup ampuh untuk menghadapi dan melayani masyarakat kita,” ujarnya.
“Sebagai aparatur, sudah takdir kita untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Dan muaranya sudah tentu untuk mensejahterakan warga kita,” kata Edi menambahkan.
Selain kedisiplinan dan prinsip bertugas, tak lupa Edi mendorong agar setiap PNS mampu menciptakan inovasi dan kreativitas bagi pekerjaan di bidang masing-masing.
Secara khusus ia berpesan agar PNS semakin familiar dengan digitalisasi guna adaptasi dan memberikan pelayanan serta optimalisasi penggunaan teknologi.
“Semaksimal mungkin ciptakan inovasi, bagaimana pekerjaan bisa selesai dalam waktu cepat. Walaupun mungkin tenaga kurang,” kata Wako Edi.
Seiring berkembangnya zaman, lanjut Edi, tidak sedikit tugas yang harus dilakukan secara multitasking. Meski bukan pada bidang yang diampu, selama itu berkaitan dengan urusan melayani masyarakat, sebisa mungkin diselesaikan.
“Makanya manfaatkan teknologi, kedepan semakin bertumbuh. Contohnya sekarang absen memanfaatkan aplikasi, sebelumnya absen masih secara manual,” pungkasnya.










