triggernetmedia.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Barat memastikan terus melakukan rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Pemilu 2024.
“Upaya ini adalah satu diantara langkah yang dilakukan KPU untuk meminimalisir tidak validnya daftar pemilih,” jelas Ketua KPU Kalbar, Ramdan kepada triggernetmedia.com, Selasa (5/7/2022) di Pontianak.
“Hasilnya sudah kita rekap dan kita sampaikan kepada para pihak, pemangku kepentingan, berkaitan dnegan kepentingan untuk pemilu dan pemilihan,” sambung Ramdan.
KPau Kalbar, lanjut Ramdan, masih akan menunggu arahan lebih lanjut, aturan yang mengatur posisi PDPB ini, kaitannya dengan DP-4 yang akan disampaikan Kemendagri.
Dikatakannya, KPU di setiap tingkatan juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Sehingga, jikapun ada perubahan data, hal itu bisa dilakukan segera.
Karena memang proses PDPB ini dilakukan KPU setiap bulan,” jelas Ramdan.
“Kita terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan, seperti dukcapil, bawaslu dan instansi terkait, bahwa pentingnya masukan data. Jika ada pemilih yang meninggal, belum terdaftar, kita sudah koordinasikan,” jelasnya lagi
Ramdan mengatakan, proses PDPB untuk Pemilu 2024 bisa dijamin validasinya. Selain masih adanya waktu yang cukup untuk terus memutakhirkan data pemilih, proses teknis lain juga dilakukan KPU, misalnya melibatkan banyak pihak saat mempublikasikan hasil rekapitulasi PDPB tersebut.
“Kita menyakini validitas data itu maksimal. Karena ini dirakorkan, dikroscek, kemudian dikoordinasikan dengan dukcapil,” ujarnya.
“Ini yang kemudian kita tindaklanjuti dengan proses rakor. Pemutakhiran ini juga akan dilakukan lagi dengan coklit, verifikasi faktual ke lapangan juga. Ketika ini sudah dilakukan, akan lebih valid datanya,” tandas Ramdan.



