triggernetmedia.com – Bencana alam tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa bulan yang lalu membuat beberapa tanaman, pohon di bukit Anjungan Melancar Kecamatan Anjongan mengalami kerusakan.
Ketua Ikatan Pemuda Dayak Kabupaten Mempawah (IPDKM), Adrianus mengatakan, kerusakan tersebut tentu saja dikhawatirkan dapat terjadi berulangkali, hingga menimbulkan banjir bandang. Karena itu menurutnya diperlukan gerakan penanaman pohon kembali.
“Apalagi dekat dengan permukiman warga sekitar kaki bukit tersebut. Hal inilah yang membuat IPDKM tergerak untuk melaksanakan Gerakan Menanam Pohon, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Jadi kegiatan kita in melibatkan Hotel Neo Pontianak dan BPDASHL Kapuas yang dikoordinir langsung tim 12 nantinya,’ kata Adrianus. Sabtu (3/6/2022) malam.
“Kami melihat ada beberapa bukit di kecamatan Anjongan ini perlu dilakukan penanaman kembali. Sebab jika dibiarkan maka akan berakibat fatal nantinya. Ini hal yang mendasari kami mengadakan gerakan menanam pohon di Anjongan,” sambungnya.
Ada sekitar seribu bibit dari berbagai jenis pohon yang nantinya akan ditanam di sekitar lokasi kegiatan seperti Durian, Jengkol, Petai, Lansat dan lainnya. Bibit diperoleh atas bantuan BPDASHL Kapuas.
Sebagai informasi gerakan menanam pohon yang diinisiasi IPDKM ini juga melibatkan Forkopimda Mempawah seperti Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari dan lain-lain kemudian Forkopimcam Anjongan, Camat Anjongan, Kapolsek Anjongan, Danramil Sungai Pinyuh, Lurah Anjungan Melancar, Kepala Desa Kepayang, Anjungan Dalam, Dema dan Pak Bulu, tokoh adat, seperti ketua DAD Mempawah, DAD Anjongan, Timanggong Anjongan, Timanggong Anjungan Melancar, Timanggong Anjungan Dalam, Timanggong Kepayang, Dema dan Pak Bulu, Pak RT, dan tokoh masyarakat sekitar.
Pihak Hotel Neo, melalui HR Manager, Endang Sri Ravina, mengatakan, pihaknya sepakat erlunya dicanangkan kembali gerakan menanam pohon. Terlebih momentumnya bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup.
“Awalnya pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam rangka menuju 5 tahun Hotel Neo Pontianak. Jadi kami memang setiap ada kegiatan ulang tahun kita tetap bikin sesuatu yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat. Kebetulan kita kali ini lebih memilih ke lingkungan, apa sih yang kita bisa lakukan untuk lingkungan,” ujarnya.
Endang menambahkan, hal terpenting atas dilaksanakannya gerakan menanam pohon merupakan upaya penyelamatan lingkungan.
Ia menegaskan, secara umum, lima puluh persen dari terlaksananya gerakan menanam pohon juga difokuskan pada berkepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Namun, lima puluh persennya juga kami bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Makanya kami putuskan salah satunya adalah gerakan menanam pohon ini,” tutup Endang.











