triggernetmedia.com – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu, bersama Satpol PP dan Polres Kapuas Hulu melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna memantau ketersediaan stok minyak goreng yang tengah langka di pasaran.
Sidak dilakukan di Beberapa toko dan mini market yang berada di wilayah Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, termasuk Pasar Pagi dan Pasar Merdeka.
Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu, Dedy mengatakan, berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan, ketersediaan minyak goreng di toko dan mini market saat ini memang kurang untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat di Wilayah Putussibau.
“Dari beberapa toko yang didatangi saat sidak, toko yang masih memiliki ketersediaan minyak goreng yaitu Toko Doa Ibu dengan sisa stok 2 dus minyak goreng merk Sovia 18 L, Elizabeth memiliki stok 6 dus dan Toko Owen memiliki stok 35 dus minyak goreng merk Arwarna Red yang baru saja datang saat sidak dilakukan,” ungkapnya, Selasa (22/3/2022).
Sedangkan di Toko dan Mini Market lainnya seperti Alfamart, Cahaya Mandiri, Bintang Terang, Sinar Jati, Cahaya Mandiri 2, Pelangi, E-Mart, Felix, TITA dan Andi Mart ketersediaan minyak goreng masih kosong.
“Menurut keterangan pemilik toko, terjadinya kelangkaan minyak dikarenakan supply dari agen kurang dari kebutuhan toko,” jelas Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu, Dedy.
Dedy menambahkan, harga minyak goreng yang beredar di pasaran saat ini untuk kemasan 900 ml – 1 L berkisaran antara Rp 22.000 – Rp 24.000 tergantung merk.
“Sedangkan minyak goreng dengan kemasan 1800 ml – 2 L dijual dengan kisaran harga Rp 43.000 – Rp 48.000,” sebutnya.
Mengantisipasi terjadinya kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kapuas Hulu itu, Dedy mengimbau pedagang jangan sampai ada penimbunan minyak goreng.
“Dikarenakan ketersediaan stok di pasaran masih kurang untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat di wilayah Kota Putussibau,” ujarnya.



