Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Jurnalisme Publik Artikel

Apa Itu Toxic Positivity, Pahami Berbagai Gejala dan Cara Mengatasinya

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
2 Maret 2022
in Artikel, Headline, Psikologi & Tips, Serba-serbi
0
Apa Itu Toxic Positivity, Pahami Berbagai Gejala dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi wanita tersenyum. (pexels.com/AndreaPiacquadio)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Apa itu toxic positivity? Toxic positivity adalah keyakinan bahwa tidak peduli seberapa buruk atau sulitnya suatu situasi, setiap orang harus mempertahankan pola pikir positif. Semua hal yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk toxic positivity.

Sikap optimis dan selalu dalam pemikiran positif memang bermanfaat. Namun, orang dengan toxic positivity malah menolak emosi yang sulit demi menampilkan keceriaan, sering kali disebut sebagai positif palsu.

Memiliki pandangan hidup yang positif memang baik untuk kesehatan mental. Masalahnya, hidup tidak selalu positif. Kita semua berurusan dengan emosi serta pengalaman yang menyakitkan dan tidak menyenangkan. Kondisi ini juga penting untuk dirasakan dan ditangani secara terbuka dan jujur.

Ilustrasi wanita tersenyum. (pexels.com/AlinaVilchenko)
Ilustrasi wanita tersenyum. (pexels.com/AlinaVilchenko)

Toxic positivity membawa pemikiran positif ke arah ekstrem yang digeneralisasikan secara berlebihan. Sikap ini tidak hanya menekankan pentingnya optimisme, tetapi juga menyangkal jejak emosi manusia yang tidak sepenuhnya bahagia atau positif.

Apa Saja Bentuk Toxic Positivity?

Dilansir dari laman Very Well Mind, Rabu (2/3/2022), toxic positivity memiliki berbagai bentuk yang perlu dikenali. Beberapa contoh yang mungkin Anda temui dalam hidup Anda sendiri, antara lain:

  • Saat hal buruk terjadi, orang-orang menyuruh Anda untuk tetap berpikir positif atau melihat sisi baiknya. Meskipun komentar itu sering kali dimaksudkan untuk menunjukkan simpati, hal tersebut juga bisa menjadi cara untuk menahan apa pun yang ingin Anda katakan tentang kondisi yang Anda alami.
  • Setelah mengalami beberapa kehilangan, orang lain memberi tahu Anda bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Kebanyakan orang sering menyatakan demikian karena mereka percaya bahwa itu menghibur, dan cara untuk menghindari rasa sakit orang lain.
  • Ketika Anda mengungkapkan kekecewaan atau kesedihan, seseorang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah pilihan. Ini menunjukkan bahwa jika Anda merasakan emosi negatif, maka itu adalah kesalahan Anda sendiri karena tidak “memilih” untuk bahagia.

Pernyataan di atas sering kali terlihat bertujuan baik. Hal itu karena sebagian orang tidak tahu harus berkata apa lagi dan bingung bagaimana berempati. Walau begitu, penting untuk mengenali bahwa respons ini bisa berbahaya.

Beberapa contoh pernyataan toxic positivity di atas pada akhirnya hanya menjadi kata-kata hampa yang membuat Anda tidak harus berurusan dengan perasaan orang lain. Paling buruk, itu malah terkesan mempermalukan dan menyalahkan orang-orang yang sering menghadapi situasi sulit dalam hidup mereka.

Ilustrasi curhat ke teman.(Pexels.com/Liza Summer)
Ilustrasi curhat ke teman.(Pexels.com/Liza Summer)

Tanda Anda Mengalami Toxic Positivity

Belum banyak orang yang memahami apa itu toxic positivity. Selain itu, bentuknya seringkali tidak kentara. Belajar mengenali tanda-tandanya dapat membantu Anda mengidentifikasi jenis perilaku ini. Beberapa tanda toxic positivity antara lain:

  • Menyingkirkan masalah daripada menghadapinya
  • Merasa bersalah karena sedih, marah, atau kecewa
  • Menyembunyikan perasaan senang yang tampaknya lebih dapat diterima
  • Menyembunyikan perasaan Anda yang sebenarnya
  • Meminimalisir perasaan orang lain karena membuat Anda tak nyaman
  • Mempermalukan orang lain ketika mereka tidak memiliki sikap positif
  • Mencoba untuk tabah atau “mengatasi” emosi yang menyakitkan

Cara Mengatasi Toxic Positivity

Jika terpengaruh oleh sifat positif yang beracun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, meliputi:

  • Kelola emosi negatif Anda, tetapi jangan menyangkalnya
  • Bersikaplah realistis tentang apa yang semestinya Anda rasakan
  • Tidak apa-apa untuk merasakan lebih dari satu hal
  • Jadilah pendengar yang baik. Fokus mendengarkan orang lain dan menunjukkan dukungan
  • Perhatikan bagaimana perasaan Anda.

Demikian beberapa informasi terkait apa itu toxic positivity dan bagaimana cara mengatasinya. Seperti dinukil pada laman suara.com.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # apa itu toxic positivity# bentuk toxic positivity# cara mengatasi toxic positivity# toxic positivity# toxic positivity adalahKesehatan Mental
Previous Post

Hari Raya Nyepi Berikut Faktanya di Indonesia

Next Post

Mobile Banking BCA Error Berjam-jam, Nasabah Luapkan Kekesalan ke Twitter @HaloBCA

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Mobile Banking BCA Error Berjam-jam, Nasabah Luapkan Kekesalan ke Twitter @HaloBCA

Mobile Banking BCA Error Berjam-jam, Nasabah Luapkan Kekesalan ke Twitter @HaloBCA

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Perubahan KUA-PPAS APBD Kalbar 2026, Pendapatan dan Belanja Daerah Disesuaikan

Perubahan KUA-PPAS APBD Kalbar 2026, Pendapatan dan Belanja Daerah Disesuaikan

10 Agustus 2026
Karhutla Kalbar Capai 28.680 Hektare, Pemprov Minta Dukungan TMC

Karhutla Kalbar Capai 28.680 Hektare, Pemprov Minta Dukungan TMC

10 Agustus 2026
Pemkot Pontianak Siapkan Job Fit untuk Isi Dua Jabatan Eselon II yang Kosong

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Pontianak Alihkan Pembelajaran ke Daring

10 Agustus 2026
Panglima TNI Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Informasi Medsos

Panglima TNI Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Informasi Medsos

10 Agustus 2026

Recent News

Perubahan KUA-PPAS APBD Kalbar 2026, Pendapatan dan Belanja Daerah Disesuaikan

Perubahan KUA-PPAS APBD Kalbar 2026, Pendapatan dan Belanja Daerah Disesuaikan

10 Agustus 2026
Karhutla Kalbar Capai 28.680 Hektare, Pemprov Minta Dukungan TMC

Karhutla Kalbar Capai 28.680 Hektare, Pemprov Minta Dukungan TMC

10 Agustus 2026
Pemkot Pontianak Siapkan Job Fit untuk Isi Dua Jabatan Eselon II yang Kosong

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Pontianak Alihkan Pembelajaran ke Daring

10 Agustus 2026
Panglima TNI Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Informasi Medsos

Panglima TNI Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Informasi Medsos

10 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development