Selasa, 21 April 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Bisnis

Nyala Semangat Usaha Mikro di Tengah Badai Corona

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
30 Oktober 2021
in Bisnis, Ekonomi, Headline, Kekinian, News, Technology
0
1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Wabah virus corona yang menerjang umat manusia awal 2020 lalu membuat berbagai sektor tumbang. Ekonomi nasional, bahkan hingga lini usaha mikro turut terdampak virus yang kasus pertama konon ditemukan di Wuhan ini.

Salah satu sektor yang terdampak cukup serius, yakni UMKM. Terlebih, usaha mikro yang baru saja merintis, seperti yang dialami Retno Ika.

Related posts

Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi

Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi

21 April 2026
Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern

Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern

21 April 2026

Ibu muda yang merintis usaha kacang mete ini mengaku sempat sulit mempertahankan usaha miliknya, hingga memaksa dia merumahkan karyawan.

“Awal tahun, waktu pertama kasus Covid-19 masuk Indonesia itu sempat bertahan. Jumlah pesenan sempat naik juga,” kata Retno mengawali wawancara kami pada Kamis (28/10/2021).

Meski pesanan online meningkat, order offline di lapak miliknya justru turun signifikan. Minimnya order semakin menjadi hingga puncaknya terjadi pada April tahun lalu.

Pada masa-masa inilah dia mulai merasakan dampak positif adanya layanan dari Gojek seperti Go-Send dan Go-Food.

Karyawan Wika Rasa yang mulai bekerja kembali usai sempat dirumahkan karena wabah virus corona. (Suara.com/Nurhadi)
Karyawan Wika Rasa yang mulai bekerja kembali usai sempat dirumahkan karena wabah virus corona. (Suara.com/Nurhadi)

“Pesenan offline turun banget, tapi pesanan online stabil bahkan meningkat pertengahan tahun. Terbantu sama Go-send. Jadi gampang buat antar jemput barang mentah,” kata Retno.

Pada pertengahan 2020 lalu, seperti banyak wilayah lain di dalam negeri, mobilitas warga Wonogiri sangat dibatasi demi memutus rantai penularan Covid-19.

Kala itu, Retno sempat merasa frustasi lantaran dirinya tidak bisa mengatur distribusi bahan mentah produknya dari petani.

Berkat layanan Go-Send dan Go-Food yang melayani pesanan pelanggan, ia tidak hanya berhasil bertahan, tapi juga kembali menarik para karyawan untuk kembali bekerja.

“Jelas sangat terbantu. Apalagi pas mau bulan puasa tahun lalu itu pesanan banyak banget. Omzet yang anjlok jadi terbantu banget sama Go-send,” jelas Retno sembari sesekali membantu karyawan melakukan pembungkusan produk.

Meski sudah memiliki cukup banyak karyawan, Retno tetap turut serta melakukan pengelolaan produk mulai dari awal.

Jika Go-send membantunya mendapatkan bahan mentah dari petani, maka Go-food membantunya mengirimkan produk ‘Wika Rasa‘ pada para pembeli.

Perjuangannya untuk ‘kembali lebih kuat’ usai terdampak wabah bukanlah hal yang mudah. Omzet usahanya yang biasanya mencapai Rp150 juta sebulan, turun 30 persen atau sekitar Rp50 juta saja.

” Oh ya, Go-shop itu juga sangat membantu. Kalau Go-send biasa untuk antas pesanan dalam kota. Kita juga pakai Go-shop untuk pesan macam-macam kebutuhan,” ujar Retno.

Ada salah satu kejadian unik sekaligus cukup berkesan yang pernah dialami Retno saat memanfaatkan layanan Go-Shop.

” Jadi pernah, karena memang takut keluar akibat wabah akhirnya kita sering pakai Go-Shop buat beli macam-macam kebutuhan. Nah, pas itu pernah hujan deras, bapak Gojek-nya tetap totalitas, bahkan produk yang dibawa benar-benar dalam keadaan bagus (tidak basah), padahal belanjaannya banyak,” kata Retno sembari tertawa mengingat kejadian itu.

Ia sempat mengaku sungkan dan kasihan, namun dedikasi yang ditunjukkan driver tersebut membuat dia memberi apresiasi dengan cara lain.

“Iya, kasih tip sekaligus menawarkan istirahat dulu, tapi bapaknya mungkin ingin cepat pulang,” sambung dia.

Usaha Wika Rasa yang dirintis Retno mulai bergerak pada 2018 silam. Kini, tiap bulan UMKM yang memasarkan kacang mete langsung dari para petani ini punya omzet hingga Rp150 juta sebulan.

Pada hari-hari besar seperti Ramadhan bahkan bisa menghasilkan Rp500 juta dalam satu bulan.

“Alhamdulillah, rejeki karyawan juga,” ucap Retno.

Usahanya yang kian sukses juga tidak membuat Retno merasa mampu berdiri tanpa bantuan banyak kalangan.

Faktor ini memotivasi dirinya untuk memberdayakan masyarakat di sekitar rumahnya yang berada di Baturetno untuk turut bekerja di usaha miliknya.

“Ada empat orang karyawan tetap, satu freelance. Tapi sering nambah orang pas lagi hari besar karena jumlah pesanan naik,” kata dia.

Serupa dengan Retno, Siti Rofiatus, pengusaha lain yang sudah dua tahun merintis usaha perawatan kulit atau skin care itu juga memanfaatkan layanan dari Gojek guna mendukung usaha miliknya.

Kebetulan usaha miliknya buka tidak lama sebelum ledakan kasus virus corona di Indonesia. Dampaknya tentu terasa karena kala itu dia baru memulai usaha miliknya.

Namun demikian, kegiatan distribusi dan pesanan dari para pelanggan tokonya bisa tetap terlayani tanpa harus mendatangi outlet.

Tentu saja dengan memanfaatkan layanan dari Gojek, yakni Go-send. Dengan adanya Go-send, para pelanggan tidak perlu datang ke outlet. Mereka bisa mendapatkan produk terbaik sembari menikmati waktu bersama keluarga di rumah.

Wabah memang memberi dampak luar biasa bagi banyak sektor. Namun, hal itu bukanlah alasan untuk menyerah.

Pandemi virus corona bisa jadi tembok penghalang langkah besar usaha. Jika mampu melihat peluang bersama sikap pantang menyerah, momen ini bisa jadi batu loncatan untuk berkembang.

“Jangan kalah sama wabah, jadikan itu pemacu, jangan banyak alasan. Semua orang mampu menciptakan, tapi jangan lupa adaptasi dan selalu berusaha solusi dari masalah. Ikut tren, jangan bosen inovasi,” pungkas Retno.

 

Sumber : Suara.com

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: covid-19Go FoodGo SendGojekUMKMusaha mikrovirus coronaWika Rasawonogiri
Previous Post

Makin Ramah Muslim, Korea Selatan Sasar Wisatawan Indonesia

Next Post

Kominfo Klaim Sudah Putus Akses 4.906 Pinjol Ilegal Sejak 2018

Next Post

Kominfo Klaim Sudah Putus Akses 4.906 Pinjol Ilegal Sejak 2018

Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi

Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi

21 April 2026
Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern

Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern

21 April 2026
Wakil Wali Kota Pontianak Tekankan Transparansi dan Larang Titip-Menitip dalam PPDB 2026

Wakil Wali Kota Pontianak Tekankan Transparansi dan Larang Titip-Menitip dalam PPDB 2026

21 April 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi
  • Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern
  • Wakil Wali Kota Pontianak Tekankan Transparansi dan Larang Titip-Menitip dalam PPDB 2026

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi

Edukasi RSUD SSMA: Cuci Tangan Benar Bisa Cegah Infeksi

21 April 2026
Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern

Pemkot Pontianak Buka Naik Dango 2026, Angkat Kearifan Lokal di Era Modern

21 April 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600