triggernetmedia.com – Tegas pada diri sendiri, tulus melayani, berempati penuh kasih sayang dan disiplin, cukup menjadikannya sebagai pribadi sederhana yang terus berusaha untuk selalu menjadi orang baik, tanpa harus menonjolkan diri. Begitulah cara sederhana sosok dari seorang Polwan cantik bernama Aipda Nety Wulandari.
Bagi Polwan cantik berhijab yang satu ini, pribadi bersahaja merupakan modal penting. Dirinya bahkan tak peduli orang menghujat, berapa banyak tagar yang bernilai negatif ditujukan ke institusi tempatnya bertugas, terpenting tetap berjalan tegak selaras dengan prinsipnya sebagai aparat penegak hukum di Kepolisian Republik Indonesia.
Aipda Nety Wulandari merupakan penyidik anak satu-satunya di lingkungan Satreskrim Polresta Pontianak Kota. Polwan berusia (34) berprestasi nasional ini beberapa waktu lalu diganjar penghargaan oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) sebagai penyidik anak terbaik tahun 2021. Penghargaan LPAI tersebut diserahkan langsung oleh Ketua umum LPAI Kak Seto pada 29 September 2021 lalu.
Sosok Polwan yang satu ini mengaku bertekad untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjadikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
“Menyapa dengan ramah dan memberikan yang terbaik, serta berharap kelak unit PPA menjadi pionir dalam sistem perlindungan anak di Indonesia,” ucapnya seperti dinukil melalui siaran Pers Humas Polrestabes Pontianak Kota, Polda Kalbar.
Aipda Nety Wulandari selalu optimis dan tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Polwan. Dirinya bahkan tak sungkan membantu jika dibutuhkan unit satuan lain untuk memeriksa saksi korban dan perempuan terkait proses penegakan hukum yang sedang ditangani pihak Polresta Kota Pontianak.
“Berprinsip sederhana saja, tetap semangat memberikan yang terbaik dari diri untuk Polri yang lebih baik dan membanggakan,” ungkap polwan cantik yang ramah dan murah senyum ini.
Dalam melaksanakan tugas, tak hanya bertanggungjawab pada tupoksinya, Polwan Aipda Nety Wulandari menegaskan, sejatinya sikap menghargai setiap orang, tak peduli status sosialnya apapun dan tegas merupakan bagian penting dalam dirinya menjalankan tugas dan tanggungjawab seorang polwan.
“Sebab setiap yang bernyawa wajib dihargai sebagai makhluk Tuhan,” ujarnya.
Pewarta : Thomas
Editor : Ariz











