triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, yang juga Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak menyatakan akan melakukan evaluasi kembali terhadap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan sebelumnya. Seperti diketahui PPKM di Kota Pontianak telah diterapkan sejak tanggal 14 Juni 2021 selama 14 hari.
Kekinian, perpanjangan dan pengetatan PPKM kemungkinan besar akan diperpanjang dalam rangka upaya menekan tingkat ketertularan.
“Kemungkinan diperpanjang 14 hari ke depan, keputusannya besok, Rabu (30/6/2021) akan dirapatkan oleh Satgas Covid-19 Kota Pontianak,” ungkapnya saat diwawancarai melalui saluran telepon, Selasa (29/6/2021).
Edi menegaskan, kebijakan perpanjangan PPKM ini dalam rangka menekan angka penularan Covid-19 di Kota Pontianak yang ditetapkan masuk dalam kategori zona merah Covid-19.
Selama diberlakukannya PPKM, jelas Edi, Satgas Covid-19 akan memantau dan memonitor di lapangan agar tidak terjadi penumpukan atau kerumunan orang di tempat-tempat umum seperti warung kopi, kafe, restoran dan ruang-ruang publik lainnya.
“Mudah-mudahan PPKM yang diperpanjang ini bisa menekan angka ketertularan Covid-19 di Kota Pontianak,” harapnya.
Dengan ditetapkannya Pontianak dalam zona merah Covid-19, pihaknya juga akan memberlakukan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Dimana ASN yang bekerja di kantor hanya 50 persen, selebihnya bekerja dari rumah.
“WFH ini akan dilakukan secara bergilir,” jelas Edi.
Edi kembali menjelaskan, Kota Pontianak dikategorikan dalam zona merah kasus Covid-19 dengan skor 1,4. Dalam artian, tingkat ketertularan sudah sangat tinggi dengan rerata di atas 100 kasus per hari.
“Sejak awal Juni 2021 memang sudah diprediksi bakal terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Pontianak, terutama yang bergejala dan hampir merata di berbagai sektor. Misalnya perkantoran, bahkan lebih banyak kluster keluarga, mulai dari anak, istri, suami, orang tua dan kerabat yang berdiam dalam satu rumah,” katanya.
“Tingginya angka penularan ini disebabkan mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama kegiatan-kegiatan masyarakat. Satu-satunya.jalan adalah dengan membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunda kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” katanya memungkas.
Pewarta : Dhesta
Editor : Ariz



