triggernetmedia.com – Gubernur Kalbar mengungkapkan, pemekaran wilayah di Kalbar yang memiliki panjang perbatasan 972 km sangat baik untuk masyarakat Kalbar, untuk menghindari pengedaran narkoba yang sering terjadi di perbatasan, serta menjaga salah satu PLBN yaitu Aruk sebagai pintu perdagangan Internasional.
“Kalau dilihat dari kepentingan baik apapun Kalbar itu harus dimekarkan, guna menghindari tindak kejahatan, seperti pengedaran narkoba. Kemudian kita (Kalbar) dengan Negara Malaysia masih kurang sepaham, seperti PLBN Aruk yang kita anggap sebagai pintu perdagangan internasional, tetapi Malaysia masih mengganggap itu tradisional,” katanya pada malam ramah tamah bersama Ketua Dewan Perwakilan Daerah Rebuplik Indonesia, La Nyalla Mattalitti, beserta rombongan dan Senator DPD RI serta seluruh Kepala Perangkat Daerah Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar Jl. Ahmad Yani Pontianak, Minggu (13/6/2021).
Sementara itu Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti mengatakan akan memperjuangkan masalah pemekaran di wilayah Kalbar ini dan akan selalu memonitor aspirasi dari daerah.
“Kita berdoa saja dalam waktu dekat ini sudah ada kesimpulan, karena semua sudah ditangani tinggal menunggu saja. Tugas kita menerima aspirasi dari daerah dan akan dibahas di Pusat dan hasil bahasan dan kesimpulannya akan dibawa ke Presiden,” ujarnya. (*)



