Menaker: Indonesia dan Malaysia Matangkan Kerja Sama Penempatan Pekerja

Trigger Netmedia - 7 Mei 2021
Menaker: Indonesia dan Malaysia Matangkan Kerja Sama Penempatan Pekerja
Menaker, Ida Fauziyah. - (Dok : Kemnaker)

triggernetmedia.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia dan Malaysia terus mematangkan kerja sama tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Malaysia. Pemerintah Indonesia minta kembali agar perundingan renewal memorandum of understanding (MoU) dapat segera dilakukan dan memperoleh posisi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution).

“Pemerintah Indonesia meminta kembali agar perundingan renewal MoU dapat segera dilakukan dan memperoleh posisi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution). Saya berharap, kita bisa tuntaskan MoU ini mengikuti apa yang pernah menjadi guidance dari masing-masing negara,” katanya, saat melakukan video conference dengan Menteri Sumber Manusia Malaysia, Datuk Seri Saravanan, beserta jajarannya, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Hingga saat ini, kerja sama masih terus dibahas secara konkrit oleh kedua negara, karena counter-draft (draf tanggapan) pemerintah Malaysia atas initial draft MoU sektor domestik yang telah disampaikan oleh Pemerintah Indonesia pada bulan September 2016, baru disampaikan kepada pemerintah Indonesia pada Agustus 2020.

Ida berharap, kedua negara bisa menuntaskan pembaharuan/renewal MoU sektor domestik berdasarkan skema One Channel Recruitment.

“Saya berharap, kita bisa tuntaskan MoU ini, mengikuti apa yang pernah menjadi guidance dari masing-masing negara,” lanjutnya.

“Saya ingin, Datuk Seri bisa memberikan atensi terhadap isu tentang One Channel Recruitmen dan spesifikasi jabatan, one worker one task,” tambahnya lagi.

Menurut Ida, adanya spesifikasi jabatan dalam draf MoU merupakan salah satu upaya untuk memastikan bahwa setiap calon PMI yang akan bekerja ke luar negeri telah memiliki kompetensi khusus.

Pemerintah RI menyadari bahwa tiap-tiap negara penempatan memiliki aturan ketenagakerjaan terkait sektor domestik, sehingga tujuh spesifikasi jabatan yang tercantum dalam Kepmenaker Nomor 354 Tahun 2015 tentang jabatan yang dapat diduduki oleh Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri pada pengguna perseorangan perlu disesuaikan.

Ida mengatakan, spesifikasi jabatan dalam draf MoU untuk penempatan dan pelindungan sektor domestik saat ini telah disesuaikan/disimplifikasi menjadi lima jabatan, yakni Housekeeper and Family Cook, Child and Baby Care, Elderly Caretaker, Family Driver, dan Gardener (housekeeper telah digabung dengan family cook dan child care worker telah digabung dengan babysitter).

Ida menambahkan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, penempatan PMI hanya dapat dilakukan ke negara penempatan yang telah memiliki; (1) dokumen kerjasama bilateral dengan Pemerintah Indonesia, (2) regulasi yang mengatur tenaga kerja asing, serta (3) program jaminan sosial.

“Kami berharap, tata kelola penempatan PMI sektor domestik ke Malaysia, ke depan dapat berlangsung melalui satu saluran/mekanisme yang disepakati oleh pemerintah kedua negara sehingga dapat lebih mudah dalam melakukan kontrol dan pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Datuk Seri Saravanan Murugan mendukung langkah yang akan dilakukan dan pihaknya akan memperkenalkan satu aplikasi yang dapat membantu PMI di Malaysia.

“Sistem aplikasi ini mampu membantu PMI untuk pihak Kementerian SDM Malaysia, apabila PMI memperoleh perlakuan tidak baik dari majikannya,” katanya.

Ia menyambut positif adanya komitmen bersama Indonesia dengan Malaysia soal PMI di Malaysia. Pihak Kerajaan Malaysia pun telah memiliki kebijakan baru untuk membantu PMI di negeri Jiran.

Sebelumnya, lanjut Datuk Seri Saravanan, para PMI yang masuk ke Malaysia, menyaratkan harus memiliki tempat tinggal. Tapi regulasi baru, Kerajaan Malaysia akan memberikan bantuan rumah yang layak, seperti warga Malaysia.

“Selain itu juga ada jaminan sosial dari segi kesehatan, tabungan dan perumahan. Ini adalah langkah-langkah baru yang telah dilakukan oleh pemerintah Malaysia,” katanya.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Kasus TPPU Nurhadi KPK Panggil Dua Saksi

Kasus TPPU Nurhadi KPK Panggil Dua Saksi

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Yogyakarta dan Jakarta Tak Mampu Lockdown, Rizal Ramli: Efek Jokowi Malah Sibuk Proyek

Yogyakarta dan Jakarta Tak Mampu Lockdown, Rizal Ramli: Efek Jokowi Malah Sibuk Proyek

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sospolhukam   Sport
Kepala BKN Masuk Komnas HAM dari Pintu Belakang, MAKI: Artinya Ada yang Ditutupi

Kepala BKN Masuk Komnas HAM dari Pintu Belakang, MAKI: Artinya Ada yang Ditutupi

ASN   Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
3 Kali Absen, Azis Syamsuddin Akhirnya Nongol Rapat Paripurna RUU PDP di DPR

3 Kali Absen, Azis Syamsuddin Akhirnya Nongol Rapat Paripurna RUU PDP di DPR

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Target Jadi Produsen Halal Dunia, Indonesia Bangun 5 Kawasan Industri Halal

Target Jadi Produsen Halal Dunia, Indonesia Bangun 5 Kawasan Industri Halal

Headline   Industri   Internasional   Kesra   Nasional   News   Sorotan
Indonesia Darurat Covid-19, KPAI Tak Setuju Sekolah Dibuka Juli Tahun Ini

Indonesia Darurat Covid-19, KPAI Tak Setuju Sekolah Dibuka Juli Tahun Ini

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Sospolhukam
Bangun Zona Integritas, Kapolres Ketapang: Polisi Modern Melayani Publik Secara Cepat, Modern, Bebas Korupsi

Bangun Zona Integritas, Kapolres Ketapang: Polisi Modern Melayani Publik Secara Cepat, Modern, Bebas Korupsi

Headline   Ketapang   Kilas Kalbar   News   Sospolhukam
Monitoring Vaksinasi Massal, Bupati Landak: Sukseskan 1 Juta Vaksinasi Sehari

Monitoring Vaksinasi Massal, Bupati Landak: Sukseskan 1 Juta Vaksinasi Sehari

Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   Landak   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
3 Aturan Pendaftaran CPNS 2021 yang Segera Dibuka

3 Aturan Pendaftaran CPNS 2021 yang Segera Dibuka

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik
Ekonomi Kian Sulit Sejak Pandemi, Pernikahan Anak pun Dilaporkan Meningkat

Ekonomi Kian Sulit Sejak Pandemi, Pernikahan Anak pun Dilaporkan Meningkat

Headline   Internasional   Kesehatan   Kesra   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com