triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, mengajak Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) untuk berinovasi mengembangkan identitas Melayu, agar tradisi dan budaya Melayu berkembang seiring kemajuan teknologi.
Menurutnya, semboyan “takkan hilang melayu ditelan zaman” harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang didokumentasikan, agar tradisi dan budaya Melayu tidak menjadi sejarah yang sering dilupakan atau sengaja dilupakan seiring perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini.
“Terus kembangkan identitas Melayu itu sendiri dengan tulisan-tulisan hasil karya dan inovasi di berbagai bidang, seperti ciri khas bangunan dan cara berpakaian yang baik dan benar,” katanya pada Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Kalimantan Barat Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) masa bakti 2021-2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Minggu (4/4/2021).
Turut hadir Raja-raja dari Kesultanan yang ada di Kalimantan Barat, di antaranya Sultan IX Kesultanan Kadriah Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, Raja Tayan Gusti Yusri, Raja Matan Kesultanan Tanjungpura, Gusti Kamboja, tokoh adat dan tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat pemerintah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.
Gubernut Kalbar, Sutarmidji menilai, dikukuhkannya Ketua DPW PFKPM yang baru, Syarif Mahmud Alkadrie, diyakini Melayu dapat bergandengan, bersatu merangkul semua etnis dan agama.
“Kita bersama-sama membangun Kalimantan Barat yang kita cintai ini, agar Indeks Pembangunan Manusia yang sangat tertinggal saat ini dapat meningkat menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Acara ini dihadiri Raja-raja dari Kesultanan yang ada di Kalimantan Barat, di antaranya Sultan IX Kesultanan Kadriah Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, Raja Tayan Gusti Yusri, Raja Matan Kesultanan Tanjungpura, Gusti Kamboja, tokoh adat dan tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat pemerintah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten lain. (*)



