triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji menyatakan, selaku pembina partai Politik di Kalbar, melalui Musyawarah Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Kalimantan Barat (DPW PPP Kalbar) dirinya mendorong Partai Ka’bah ini mencetak pengurus partai yang dapat membangkitkan dan membesarkan Partai, khususnya di Kalimantan Barat.
“Saya mendapatkan kartu keanggotan PPP itu di tahun 1981. Saya dua kali anggota DPRD, jadi Wakil Walikota, kemudian Walikota dan sekarang Gubernur, semua dilalui dengan hitungan cermat,” ungkapnya di Hotel Orchard Perdana Pontianak, Jum’at (2/4/2021).
Dia menyarankan kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalukan survei kepada masyarakat, agar mengambil tindakan atau perbaikan sehingga mendapat simpati dari pemilih.
“Sekarang semua analisa apapun yang dilakukan harus menggunakan data, harus dihitung potensinya, dan itu yang harus dikembangkan. Jangan takut mencalonkan orang yang punya potensi, nanti susah membuat partai jadi besar,” ujarnya memberi saran.
Dalam Muswil ini Gubernur Sutarmidji berharap PPP Kalbar memiliki Ketua yang mempunyai basis massa yang jelas, dan tidak memandang perbedaan.
“Saya harap ke depannya, Ketua punya basis massa yang jelas. Jangan lagi cerita perbedaan, berseberangan, dan lain-lain. Diskusi dan keterbukaan itu perlu,” katanya.
Selain itu, sambung Sutarmidji, PPP hendaknya dapat membaca perkembangan politik. Ia menyarankan DPW dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) dapat meningkatkan kekompakannya.
“Mari semua melaksanakan musyawarah ini dengan baik, satu tekad untuk PPP. Semoga jalinan dengan parpol lain, serta masyarakat tetap baik, demi kesinambungan. Pengurus dari DPW dan DPC semua harus mempunyai basis massa yang jelas,” ujarnya memungkas.
Muswil PPP Provinsi Kalbar ke VIII ini dihadiri Sekjen DPP PPP, Arwani Thomafi, dan Wasekjen Idy Muzayyad, dan Bidang Hukum Saifullah Tamliha.
Dalam amanatnya, Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi menyatakan, secara politik masyarakat Kalbar berkontribusi cukup besar dalam mengantarkan partai Ka’bah mengawal dan mengisi pembangunan nasional.
Bahkan dalam perjalannya, PPP Kalbar mendulang suara sangat signifikan di era Hamzah Has bersama kader-kader militan PPP.
“Pada tahun 1999, PPP mendulang suara 11,3 juta. Suara PPP secara nasional pada masa itu dalam posisi 3 besar,” kata Sekjen PPP.
Berangkat dari sejarah panjang perjalanan PPP, Sekjen PPP ini mengarahkan kader-kader untuk kembali menuju jalan pulang ke rumah besar Ka’bah.
Seluruh kader diharapkan kembali bekerja menguatkan konsolidasi dalam pergerakan perjuangan partai merawat persatuan dalam pembangunan melalui Muswil ke VIII PPP Kalbar yang demokratis.
“Kita ingin PPP di Kalbar kembali mendulang sukses dan belajar dari sejarah maupun pengalaman. Terlebih kader terbaik dan senior kita pak Gubernur memiliki pengalaman mumpuni yang sangat cermat dalam berpolitik,” katanya.
“Saya kira apa yang dikatakan beliau sebagai kader senior PPP sangat baik. Bahwa Muswil PPP ini sepantasnya tidak hanya memilih siapa ketua atau pengurus. Tetapi yang diperlukan adalah kemampuan berkonsolidasi dalam politik, bagaimana memetakan dan menguasai wilayah dan memiliki basis massa yang jelas, dan hitungannya juga cermat,” ujarnya.
Dengan berlangsungnya Muswil ke VIII DPW PPP Kalbar ini secara resmi PLT Ketua DPW Kalbar Periode 2016-2021 Agus M. Murdiani dan pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban, dan purna tugas atau di demisionerkan pimpinan sidang.
Dalam Muswil ini pula PPP Kalbar selanjutnya membahas tatib pemilihan formatur DPW PPP masa bakti 2021-2026.
Kekinian, formatur DPW PPP Kalbar itu telah terbentuk melalui proses yang demokratis.
Agus M. Murdiani dan Budi Prasetyono, Sahrani, Rajuliansyah dan Sapfri merupakan nama-nama yang dipilih dalam komposisi formatur idial DPW PPP berdasarkan penghitungan suara terbanyak.
Pada Sabtu (3/4/2021) formatur DPW PPP Kalbar yang sudah terbentuk itu selanjutkan akan melakukan rapat guna menentukan pimpinan atau Ketua DPW dan Sekjen DPW PPP Kalbar.
Pewarta : Ariz
Editor : Ariz










