triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, A.L. Leysandri mengatakan rancangan proyek perubahan sangat diperlukan untuk kepentingan kepala daerah dalam masa jabatan. Evaluasi dan pembenahan sangat penting, karena data hasil evaluasi ini akan dimasukan ke Ruang Data.
“Kami ada punya ada yang namanya Data Analytic Room, di mana setiap orang bisa melihat sejauh mana perkembangan kegiatan atau pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi. Untuk itu, saya sebagai Sekretaris Daerah dan juga sebagai penanggung jawab dari setiap kegiatan perangkat daerah tentunya sangat mendukung dan mendorong tentang kegiatan ini,” katanya dalam kegiatan Monitoring Seminar Rancangan Proyek Perubahan Diklat Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan I Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Tahun 2021 dan memberikan testimoni Proyek Perubahan Ir. Sukaliman, M.T dalam Strategi Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Pembangunan Daerah Provinsi kalimantan Barat dan Proyek Perubahan.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L Leysandri juga menjadi Mentor Drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes dalam Strategi Pembinaan dan Pengawasan Bidang Kesejahteraan Rakyat Di Kalimantan Barat.
A.L Leysandri mengharapkan, ada formulasi kebijakan yang lebih komprehensif terhadap hasil-hasil pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh Kepala Daerah. Dirinya sangat mendukung skegiatan tersebut agar dapat dilaksanakan berkelanjutan.
“Sehingga pengendalian dan evalusi dapat dilihat dengan baik oleh seorang kepala daerah dan tentunya akan dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Selain itu, Sekda Kalbar ini juga mengapresiasi kinerja Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang dinilainya luar biasa dalam mengemban tugasnya. Karena itu Pemerintah Daerah selalu mendorong bagaimana sinergitas pembangunan dan kolaboratif dengan 14 kabupaten/kota terjalin dengan baik.
“Sehingga ketika program-program di Kesra ini bisa satu arah. Jujur saja Kesra ini bagian yang sangat diinginkan orang dalam arti bantuan bansos dan hibah. bansos atau hibah misalnya untuk kegiatan keagamaan, untuk pembangunan rumah ibadah,” beber A.L Leysandri.
“Coba cari cara kerja yang lebih ke tata kelola tentang bidang Kesra ini. Mudah-mudahan ini menjadi satu hal yang lebih enak untuk bekerja dan tentunya transparansi, sehingga nanti semua kegiatan-kegiatan yang ada di Kesra nanti bisa ditampilkan di Data Analytic Room. Sehingga mayarakat bisa melihat dan mereka tahu ketika mereka mau melakukan permohonan kepada Gubernur,” katanya menambahkan, (*).




