triggernetmedia.com – Analisis Stasiun Klimatologi BMKG Mempawah menyatakan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian III (tanggal 21-31) Januari 2021 secara umum berkisar antara 50-150 mm/dasarian dengan dominasi intensitas rendah-menengah.
“Sifat hujan secara umum bersifat bawah normal hingga normal,” kata Kepala Staklim BMKG Mempawah, Luhur Tri Uji Prayitno, SP, M.Ling, Senin (1/2/2021) di Mempawah.
Monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Bara, sambung dia, secara umum masih ada hujan hingga sangat pendek (1-5 hari).
“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di kabupaten Melawi (Kota Baru), dan Kota Pontianak (Siantan Hulu) sepanjang 3 hari,” jelasnya.
Prospek Iklim dasarian di Provinsi Kalimantan Barat update (31/1/2021) :
Kondisi dinamika atmosfer, meliputi:
• ENSO : (-0.95°C) La Nina Lemah
• Dipole Mode : (-0.12°C) Netral
• Suhu permukaan laut : (-0.5°C s.d 0.5°C) Netral
• Angin lapisan 850 mb : Aliran massa udara diwilayah Kalimantan didominasi oleh angin baratan dan terdapat belokan angin di sekitar garis ekuator, menyebabkan adanya potensi pertumbuhan awan konvektif
Prakiraan Curah Hujan:
Dasarian I (tanggal 1-10) Februari 2021 diprakirakan secara umum berkisar antara 90-140 mm/dasarian dengan kategori hujan menengah. Potensi hujan di prakirakan meningkat pada awal dasarian dan mulai berkurang pada pertengahan hingga akhir dasarian I. Secara umum, curah hujan di wilayah hulu Kalimantan Barat diprakirakan lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.
Lebih lanjut dikatakan, potensi curah hujan meningkat dapat mengakibatkan terjadinya genangan hingga banjir. Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada.
“Untuk keperluan perencanaan dalam kegiatan operasional agar dapat menghubungi BMKG sebagai antisipasi perubahan atau pembaruan dari prospek iklim ini,” ujar Luhur Tri Uji Prayitno memungkas.
Ariz



