Kasus Korupsi PT DI, KPK Periksa Eks Sekretaris Kemensetneg Hari Ini

Trigger Netmedia - 26 Januari 2021
Kasus Korupsi PT DI, KPK Periksa Eks Sekretaris Kemensetneg Hari Ini
Kasus Korupsi PT DI, KPK Periksa Eks Sekretaris Kemensetneg Hari Ini Gedung KPK merah putih di Jakarta. - (ANTARA)

triggernetmedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil mantan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Taufik Sukasah dalam penyidikan kasus korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Tahun 2007-2017.

Taufik dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Aerostructure PT DI 2007-2010, Direktur Aircraft Integration PT DI 2010-2012, dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI 2012-2017 Budiman Saleh (BS).

 

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BS,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, seperti dinukil dari laman Suara.com, Selasa.

Selain Taufik, KPK juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Budiman, yaitu mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Kemensetneg Indra Iskandar dan Kepala Biro Umum Sekretariat Kemensetneg Piping Supriatna.

KPK telah mengumumkan Budiman sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus di PT DI tersebut pada 22 Oktober 2020.

Tersangka Budiman diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dalam kasus itu, KPK juga melakukan penyidikan untuk tiga orang lainnya, yaitu Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 dan terakhir menjabat Direktur Produksi PT DI tahun 2014-2019 Arie Wibowo (AW), Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana (DL), dan Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata (FSS).

 

Selain itu, mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani statusnya sudah menjadi dan saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam konstruksi disebut tersangka Budiman menerima kuasa dari Budi Santoso sebagai Direktur Utama PT DI untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan mitra penjualan.

 

Selain itu, Budiman memerintahkan Kadiv Penjualan PT DI agar memproses lebih lanjut tagihan dari mitra penjualan meskipun mengetahui bahwa mitra penjualan tidak melakukan pekerjaan pemasaran.

 

Diduga kerugian negara kasus tersebut sekitar Rp202 miliar dan 8,6 juta dolar AS. Sedangkan Budiman diduga menerima aliran dana Rp686.185.000.

Selain itu dalam kasus tersebut, KPK juga telah menyita uang serta properti dengan nilai sekitar Rp40 miliar.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Ultah ke-60 Tahun, Jokowi Tetap Kerja Seperti Biasa, Tak Ada Perayaan di Istana

Ultah ke-60 Tahun, Jokowi Tetap Kerja Seperti Biasa, Tak Ada Perayaan di Istana

Headline   Nasional   News   Politik   Sorotan
Info Terbaru Kartu Prakerja Gelombang 18: Kuota, Syarat dan Tata Cara Registrasi

Info Terbaru Kartu Prakerja Gelombang 18: Kuota, Syarat dan Tata Cara Registrasi

Headline   Kesra   Nasional   News   Pelayanan Puplik
Hari Ini Eks Mensos Juliari akan Digugat Warga Korban Korupsi Bansos Corona

Hari Ini Eks Mensos Juliari akan Digugat Warga Korban Korupsi Bansos Corona

Headline   Kesra   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Hasil Copa America 2021: Venezuela Tahan Imbang Ekuador 2-2

Hasil Copa America 2021: Venezuela Tahan Imbang Ekuador 2-2

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Kasus Aktif Naik, Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Juga Menurun

Kasus Aktif Naik, Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Juga Menurun

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan
Timnas Basket Indonesia Hantam Thailand di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021

Timnas Basket Indonesia Hantam Thailand di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Penjelasan Jokpro Soal Gagasan Presiden Tiga Periode

Penjelasan Jokpro Soal Gagasan Presiden Tiga Periode

Headline   Nasional   News   Politik   Sorotan
Alasan Pemerintah Tak Terapkan Lockdown, Satgas Covid-19: Substansi Sama Dengan PPKM Mikro

Alasan Pemerintah Tak Terapkan Lockdown, Satgas Covid-19: Substansi Sama Dengan PPKM Mikro

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
MPR Desak Pemerintah Tunda Gelaran Pembelajaran Tatap Muka

MPR Desak Pemerintah Tunda Gelaran Pembelajaran Tatap Muka

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Sospolhukam
Pabrik Amunisi di Serbia Meledak, Tiga Karyawan Luka-luka

Pabrik Amunisi di Serbia Meledak, Tiga Karyawan Luka-luka

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com