Masker Warna Warni Selama Siswa Tatap Muka di Sekolah

  • Bagikan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajukan inovasi pemakaian masker warna-warni bagi siswa yang akan melakukan tatap muka dalam waktu dekat. Inovasi tersebut disampaikan Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, melalui virtual di Data Analityc Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (2/9/2020).
banner 468x60

triggernetmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajukan inovasi pemakaian masker warna-warni bagi siswa yang akan melakukan tatap muka dalam waktu dekat. Inovasi tersebut disampaikan Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, melalui virtual di Data Analityc Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (2/9/2020).

“Nanti anak-anak yang sekolah itu saya ingin siapkan mereka masker yang warnanya nanti akan ditentukan pemakaian hari apa saja, misalnya hari senin warna putih, hari selasa warna hitam, hari rabu warna hitam. Jangan sampai satu masker di pakai selama seminggu, itu justru membahayakan mereka,” ujar Sutarmidji.

Baca juga  Polri Masih Selidik Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Di Cilacap

Selain itu, lanjut Sutarmidji, dalam jangka waktu tertentu dirinya akan memerintahkan instansi terkait dalam penangan Pandemi COVID-19 untuk melakukan rapid tes kepada siswa dan guru yang belajar tatap muka.

“Kita pastikan jangka waktu tertentu akan dilakukan rapid tes bagi siswa dan tes swab bagi guru. Supaya kita pastikan tidak ada terjadi clauster baru covid-19 sebagaimana disampaikan pak Mendagri dalam vicon tadi,” jelasnya.

Sedangkan untuk dana BOS, sebut Sutarmidji, dirinya meminta pihak sekolah untuk tidak takut lagi penggunaan anggaran tersebut untuk kepentingan COVID-19. Namun, kata timpal Sutarmidji, penggunaan anggaran tersebut harus transparan dan akuntabel.

Baca juga  Pandemi Covid-19 Pukul Sektor Pariwisata Bengkayang

“Pihak sekolah tidak mencari untung,” tegasnya.

“Guru jangan takut lagi untuk belanja kepentingan covid-19 dari dana BOS itu demi keamanan siswa dalam mencegah virus covid-19. Asal, jangan ada niat mencari untung, mark up harga, fiktif dalam anggaran yang dikeluarkan itu jelas tidak boleh. Kalo betul-betul dibelanjakan dengan benar demi kepentingan keselamatan anak disekolah saya akan bela apapun yang terjadi, tapi kalo ada niat tidak baik saya marah,” tegasnya lagi.

Rilis

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *