Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Mobil Komodo Sebagai Penunjang Atasi Karhutla Di Kubu Raya

ariz by ariz
18 Juli 2020
in Headline, Kilas Kalbar, Kubu Raya, lingkungan, Maritim, Sospolhukam
0
Mobil Komodo Sebagai Penunjang Atasi Karhutla Di Kubu Raya

Mobil Komodo produksi nasional di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kendaraan penjelajah berbobot ringan ini dapat digunakan di area pegunungan, pertambangan, dan perdesaan dengan bahan bakar maksimal 20 liter untuk perjalanan maksimal 400 kilometer.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan satu unit mobil Komodo kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya. Mobil diserahkan langsung Bupati Muda Mahendrawan kepada Kepala BPBD Kubu Raya Mochtar seusai upacara peringatan HUT ke-13 Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2020).

“Komodo adalah mobil nasional yang diproduksi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kendaraan penjelajah berbobot ringan ini dapat digunakan di area pegunungan, pertambangan, dan perdesaan dengan bahan bakar maksimal 20 liter untuk perjalanan maksimal 400 kilometer,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Sabtu (18/7/2020) di Kubu Raya.

Bupati Muda menegaskan, pemberian mobil adalah inisiatif untuk merespons kondisi lahan di Kubu Raya yang mayoritas gambut. Menurutnya, lahan gambut menghadirkan kesulitan tersendiri khususnya saat upaya penanganan karhutla.

“Areal gambut berarti kita menghadapi situasi yang sulit. Nah, mobil nasional karya anak bangsa ini kita mau ujicoba karena kita berharap ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan dan membantu pemadaman. Di areal gambut dia bisa masuk bawa mesin pompa untuk pemadaman,” jelasnya.

Kontur lahan gambut, sebut Muda, selalu menyulitkan upaya pemadaman. Seringkali armada pemadam yang mencoba melintas lahan gambut justru ambles.

“Komodo ini sangat ringan. Kelebihannya bisa berjalan di atas gambut sehingga dapat mengatasi kendala yang ada dan mendekati titik api yang sulit dijangkau,” jelasnya lagi.

Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya, Mochtar, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Selain penetapan status siaga yang telah dilakukan Bupati Kubu Raya, pemetaan lokasi rawan karhutla juga telah jelas.

“Alhamdulillah untuk penanganan karhutla di Kubu Raya kita sudah siap. Bupati sudah tetapkan status siaga. Untuk di Kubu Raya ada 18 desa yang dianggap rawan. Terutama di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. Kecamatan lain juga ada potensi karhutla, tapi tidak serawan kecamatan-kecamatan tersebut,” ungkap Mochtar.

Mochtar berterima kasih atas pemberian mobil Komoda dari pemerintah kabupaten. Ia menyebut keberadaan mobil sangat efektif dalam kegiatan pemadaman karhutla.

“Kami dari BPBD mengapresiasi bupati yang selalu memantau kejadian-kejadian karhutla di Kubu Raya. Maka dari itu beliau punya gagasan untuk bagaimana menjangkau daerah-daerah yang sulit dengan cara menghadiahkan mobil gambut ini untuk BPBD melaksanakan pemadaman,” ucapnya.

Terkait kegiatan pemadaman, Mochtar menyatakan pihaknya selalu melibatkan Kelompok Masyarakat Peduli Api. Ia menilai kiprah Pokmas Peduli Api sejauh ini cukup baik. Namun adanya keterbatasan pokmas dalam hal peralatan peru disiasati dengan strategi sinergi yang efektif.

“Keterlibatan masyarakat melalui Pokmas Peduli Api sudah baik. Cuma yang menjadi titik lemah pokmas adalah peralatan. Karena kapasitas mesin yang ada di desa, jangkauan penyemprotannya tidak sekuat yang menjadi standar penanganan karhutla. Maka setiap kejadian karhutla kami selalu mengajak pokmas bahu membahu dalam penanganan dengan menggunakan peralatan yang ada BPBD,” katanya.

Rio I Ariz

About Author

ariz

See author's posts

Tags: ada 18 desa rawan karhutla di kubu rayaBPBDBupati Kubu RayaKepla BPBD Kubu RayaMochtarMuda MahendrawanPemkab Kubu Raya
Previous Post

Pulihkan Ekonomi Warga, Pemkab Gelar Bazar Hasil Perikanan

Next Post

Pemkot Pontianak Sediakan Dapur Umum Bagi Warga Terdampak Musibah Puting Beliung

ariz

ariz

Next Post
Pemkot Pontianak Sediakan Dapur Umum Bagi Warga Terdampak Musibah Puting Beliung

Pemkot Pontianak Sediakan Dapur Umum Bagi Warga Terdampak Musibah Puting Beliung

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

16 Agustus 2026
BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

16 Agustus 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

16 Agustus 2026
Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

16 Agustus 2026

Recent News

QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

16 Agustus 2026
BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

16 Agustus 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

16 Agustus 2026
Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

16 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development