banner 468x60 banner 468x60

Mobil Komodo Sebagai Penunjang Atasi Karhutla Di Kubu Raya

Trigger Netmedia - 18 Juli 2020
Mobil Komodo Sebagai Penunjang Atasi Karhutla Di Kubu Raya
Mobil Komodo produksi nasional di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kendaraan penjelajah berbobot ringan ini dapat digunakan di area pegunungan, pertambangan, dan perdesaan dengan bahan bakar maksimal 20 liter untuk perjalanan maksimal 400 kilometer. - ()

triggernetmedia.com – Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan satu unit mobil Komodo kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya. Mobil diserahkan langsung Bupati Muda Mahendrawan kepada Kepala BPBD Kubu Raya Mochtar seusai upacara peringatan HUT ke-13 Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2020).

“Komodo adalah mobil nasional yang diproduksi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kendaraan penjelajah berbobot ringan ini dapat digunakan di area pegunungan, pertambangan, dan perdesaan dengan bahan bakar maksimal 20 liter untuk perjalanan maksimal 400 kilometer,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Sabtu (18/7/2020) di Kubu Raya.

Bupati Muda menegaskan, pemberian mobil adalah inisiatif untuk merespons kondisi lahan di Kubu Raya yang mayoritas gambut. Menurutnya, lahan gambut menghadirkan kesulitan tersendiri khususnya saat upaya penanganan karhutla.

“Areal gambut berarti kita menghadapi situasi yang sulit. Nah, mobil nasional karya anak bangsa ini kita mau ujicoba karena kita berharap ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan dan membantu pemadaman. Di areal gambut dia bisa masuk bawa mesin pompa untuk pemadaman,” jelasnya.

Baca juga  Gol Penalti Qatar Pupuskan kemenangan Timnas Indonesia U-19

Kontur lahan gambut, sebut Muda, selalu menyulitkan upaya pemadaman. Seringkali armada pemadam yang mencoba melintas lahan gambut justru ambles.

“Komodo ini sangat ringan. Kelebihannya bisa berjalan di atas gambut sehingga dapat mengatasi kendala yang ada dan mendekati titik api yang sulit dijangkau,” jelasnya lagi.

Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya, Mochtar, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Selain penetapan status siaga yang telah dilakukan Bupati Kubu Raya, pemetaan lokasi rawan karhutla juga telah jelas.

“Alhamdulillah untuk penanganan karhutla di Kubu Raya kita sudah siap. Bupati sudah tetapkan status siaga. Untuk di Kubu Raya ada 18 desa yang dianggap rawan. Terutama di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. Kecamatan lain juga ada potensi karhutla, tapi tidak serawan kecamatan-kecamatan tersebut,” ungkap Mochtar.

Baca juga  Pacu UMKM Melalui Pendataan Digital dan Pasar Sistemik

Mochtar berterima kasih atas pemberian mobil Komoda dari pemerintah kabupaten. Ia menyebut keberadaan mobil sangat efektif dalam kegiatan pemadaman karhutla.

“Kami dari BPBD mengapresiasi bupati yang selalu memantau kejadian-kejadian karhutla di Kubu Raya. Maka dari itu beliau punya gagasan untuk bagaimana menjangkau daerah-daerah yang sulit dengan cara menghadiahkan mobil gambut ini untuk BPBD melaksanakan pemadaman,” ucapnya.

Terkait kegiatan pemadaman, Mochtar menyatakan pihaknya selalu melibatkan Kelompok Masyarakat Peduli Api. Ia menilai kiprah Pokmas Peduli Api sejauh ini cukup baik. Namun adanya keterbatasan pokmas dalam hal peralatan peru disiasati dengan strategi sinergi yang efektif.

“Keterlibatan masyarakat melalui Pokmas Peduli Api sudah baik. Cuma yang menjadi titik lemah pokmas adalah peralatan. Karena kapasitas mesin yang ada di desa, jangkauan penyemprotannya tidak sekuat yang menjadi standar penanganan karhutla. Maka setiap kejadian karhutla kami selalu mengajak pokmas bahu membahu dalam penanganan dengan menggunakan peralatan yang ada BPBD,” katanya.

Rio I Ariz

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

LHP LKPD Kabupaten Ketapang TA 2020 Raih Opini WTP

LHP LKPD Kabupaten Ketapang TA 2020 Raih Opini WTP

ASN   Headline   Ketapang   Keuangan   Kilas Kalbar   News
Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Ini Rumus dan Contoh Perhitungan

Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Ini Rumus dan Contoh Perhitungan

Artikel   Headline   Tips
Pemkab Landak Fasilitasi Penegasan Batas Desa Sehe Lusur

Pemkab Landak Fasilitasi Penegasan Batas Desa Sehe Lusur

Headline   Kabar Desa   Kilas Kalbar   Landak   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
LHP LKPD Pemkot Pontianak 10 Tahun Berturut-turut WTP

LHP LKPD Pemkot Pontianak 10 Tahun Berturut-turut WTP

ASN   Headline   Keuangan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan
Vaksin Moderna 96 Persen Efektif pada Remaja 12 hingga 17 Tahun

Vaksin Moderna 96 Persen Efektif pada Remaja 12 hingga 17 Tahun

Analisis   Headline   Internasional   Kesehatan   News   Sorotan
Di Tengah Pandemi, Penderita Talasemia Harus Waspada pada Risiko Infeksi

Di Tengah Pandemi, Penderita Talasemia Harus Waspada pada Risiko Infeksi

Headline   Kesehatan   Nasional   News
Aset Sitaan Kasus Asabri dan Jiwasraya akan Dilelang, Nilainya Rp 10,5 T

Aset Sitaan Kasus Asabri dan Jiwasraya akan Dilelang, Nilainya Rp 10,5 T

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Komisi VII Minta Tambah Mitra, Begini Kata Pimpinan DPR RI

Komisi VII Minta Tambah Mitra, Begini Kata Pimpinan DPR RI

Energi   Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan
Virus Corona Terus Bermutasi, Satgas Khawatir Vaksin dan Tes Tak Efektif

Virus Corona Terus Bermutasi, Satgas Khawatir Vaksin dan Tes Tak Efektif

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kelewatan! Oknum Perawat Terciduk Jualan Surat Palsu Bebas Covid-19

Kelewatan! Oknum Perawat Terciduk Jualan Surat Palsu Bebas Covid-19

Bisnis   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X