banner 468x60 banner 468x60

Banyak PHK di Tengah Pandemi, Pengamat: Opsi Terakhir Bisnis Bertahan Hidup

Trigger Netmedia - 16 Juni 2020
Banyak PHK di Tengah Pandemi, Pengamat: Opsi Terakhir Bisnis Bertahan Hidup
Ilustrasi PHK (Shutterstock) - ()

triggernetmedia.com – Pengurangan karyawan tak terhindarkan. Banyak perusahaan harus mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja atau PHK demi mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah situasi sulit mulai dari perusahaan berusia cukup tua sampai yang berstatus rintisan (startup).

Pengamat Teknologi sekaligus Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan, pengurangan karyawan memang merupakan opsi terakhir. Termasuk pada situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Kondisi layoff (pengurangan karyawan) ini tidak terhindarkan. Sulit pertahankan karyawan,” kata Heru ditulis Selasa (16/6/2020).

Pengurangan karyawan, menurutnya, ada dua macam yakni, Rasionalisasi dan Restrukturisasi. Restrukturisasi biasanya ditempuh dalam rangka efisiensi karena bisa digantikan teknologi atau pihak ketiga yang lebih murah.

“Misalnya di perusahaan telekomunikasi. Tadinya saya memiliki orang untuk berikan layanan call center. Dalam perjalanannya, biaya call center mahal. Saya jadi pakai pihak ketiga. Bentuk restrukturisasi perusahaan hadapi tantangan baru. Ini hal umum terjadi,” jelasnya.

Heru menyarankan agar perusahaan mengambil langkah restrukturisasi sebagai solusi.

“Misalnya bagian usaha yang tidak penting dikurangi. Intinya optimalisasi perusahaan,” ucapnya.

Perlu disadari bahwa pendapatan perusahaan jauh berkurang pada situasi saat ini. Rasionalisasi pun terbentuk. Heru mencontohkan pada sebuah perusahaan maskapai yang sampai harus mengurangi jumlah pilotnya.

Baca juga  Korban Terdampak Tsunami di Selat Sunda Bertambah

“Sekarang kondisinya memang harus dikurangi. Dalam situasi penting atau pun nggak penting dari karyawan itu. Seperti pilot Garuda (Indonesia). Posisinya penting tapi sekarang harus dikurangi,” tuturnya.

Mayoritas perusahaan saat ini tidak berpikir pada pertumbuhan kinerja. Lebih kepada situasi bertahan agar tidak tumbang. Sebab jika sampai kolaps, kata Heru, dampak negatifnya akan jauh lebih besar.

“Ini istilahnya sekarang survive. Kita masuk tahap survival. Bertahan hidup lebih penting,” tegasnya.

Perusahaan maskapai seperti Emirates dan Garuda Indonesia memang termasuk dalam bagian yang harus menempuh kebijakan pengurangan karyawan.

Emirates Group dikabarkan berencana memberhentikan 30.000 karyawan untuk memangkas biaya di tengah pandemi virus corona. Pemangkasan tersebut nantinya akan mengurangi 30 persen dari total karyawan yang mencapai 105.000 orang.

Garuda Indonesia, harus merumahkan 800 karyawannya dengan status tenaga kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Sedangkan Perusahaan transportasi daring asal Amerika Serikat, Uber, melakukan PHK kepada 6.700 karyawan sebagai imbas hantaman Covid-19.

Baca juga  Baleg Setujui 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021, TII: Hanya untuk Kuantitas

Traveloka juga dikabarkan memberhentikan sebagian besar stafnya. Pandemi menghilangkan banyak rencana liburan. Pengurangan karyawan Traveloka disebut-sebut sekitar 100 orang atau 10 persen karyawan di startup ini. Kebijakan ini disebut telah dilakukan sejak awal April 2020.

Ramayana, perusahaan ritel yang sudah eksis cukup lama juga mengurangi jumlah karyawan. Sedikitnya mencapai 84 karyawan harus kena PHK salah satunya karena penutupan gerai Ramayana Depok.

KFC juga sama. Beberapa waktu lalu, sebanyak 450 pekerja restoran spesialis ayam goreng itu dirumahkan. Terutama di Jawa.

AIRY lebih parah lagi. Perusahaan di bidang perhotelan ini menghentikan operasionalnya secara permanen di tengah pandemi virus corona ini.

Pada saat yang sama, perusahaan sejenis yaitu Airbnb juga akan merumahkan 1.900 orang karyawannya atau setara dengan 25 persen dari total jumlah pekerja Airbnb saat itu.

Agoda? Sama. Platform digital pemesanan hotel dan propertiitu memutuskan untuk melakukan PHK kepada sekitar 1.500 karyawannya di 30 negara.

Sumber : Suara.com 

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Dies Natalis Ke-62 Tahun UNTAN, Sutarmidji Ajak Alumni Kembali dan Bangun Desanya

Dies Natalis Ke-62 Tahun UNTAN, Sutarmidji Ajak Alumni Kembali dan Bangun Desanya

Headline   Kabar Desa   Kilas Kalbar   News   Pontianak   Sorotan
Pemkot Pontianak Komitmen Perluas RTH, ERKA: Kita Wujudkan Pontianak Kota Modern Berkonsep Green City

Pemkot Pontianak Komitmen Perluas RTH, ERKA: Kita Wujudkan Pontianak Kota Modern Berkonsep Green City

Headline   Kilas Kalbar   lingkungan   News   Pelayanan Puplik   Pontianak
Bingung Makan Apa? Ini 3 Menu Simple Buka Puasa ala Chef Arnold Poernomo

Bingung Makan Apa? Ini 3 Menu Simple Buka Puasa ala Chef Arnold Poernomo

Headline   Infotainment   Kuliner   Lifestyle   Recipes   Selebritis   Serba-serbi   Tips
Presiden Jokowi Sarankan Bipang Ambawang untuk Oleh-Oleh, Begini Wujudnya

Presiden Jokowi Sarankan Bipang Ambawang untuk Oleh-Oleh, Begini Wujudnya

Headline   Kuliner   Lifestyle   Nasional   News   Sorotan   Travel   Traveling & Kuliner
PSSI Ungkap Alasan Sebagian Besar Klub Liga 1 Ingin Degradasi Dihapus

PSSI Ungkap Alasan Sebagian Besar Klub Liga 1 Ingin Degradasi Dihapus

Headline   News   Olahraga   Sepak Bola   Sport   Superliga
Liga 1 2021/2022 Tanpa Degradasi Akan Disepakati di Kongres Tahunan PSSI

Liga 1 2021/2022 Tanpa Degradasi Akan Disepakati di Kongres Tahunan PSSI

Headline   Nasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
Prediksi Barcelona Vs Atletico Madrid: Susunan Pemain, Peluang dan Skor

Prediksi Barcelona Vs Atletico Madrid: Susunan Pemain, Peluang dan Skor

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
Hasil Liga Inggris: Newcastle Hantam Leicester 4-2 di Stadion King Power

Hasil Liga Inggris: Newcastle Hantam Leicester 4-2 di Stadion King Power

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
8-17 Mei 2021 Candi Borobudur Belum Bisa Dikunjungi

8-17 Mei 2021 Candi Borobudur Belum Bisa Dikunjungi

Headline   Kesra   Nasional   News   Pesona Dunia   Travel
Malam Lailatul Qadar, Makam Sunan Ampel Dibanjiri Warga

Malam Lailatul Qadar, Makam Sunan Ampel Dibanjiri Warga

Headline   Kesra   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X