banner 468x60

Korban Tewas Akibat Virus Corona Kini Mencapai 490 Orang

Trigger Netmedia - 5 Februari 2020
Korban Tewas Akibat Virus Corona Kini Mencapai 490 Orang
Simulasi penangan Virus Corona di RS Margono Soekardjo Purwokerto pada Senin (3/2/2020). [Suara.com/Anang Firmansyah - ()

triggernetmedia.com – Jumlah kematian akibat virus corona atau coronavirus terus bertambah setiap hari. Hingga Rabu (5/2) pagi, korban tewas sudah mendekati angka 500, tepatnya 490 jiwa. Ini setelah Hong Kong mengumumkan kematian pertama akibat virus mematikan itu.

Lebih dari 20 negara telah mengkonfirmasi kasus-kasus virus corona. Kondisi itu mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumumkan darurat kesehatan global. Termasuk sejumlah negara melakukan pembatasan atau bahkan menghentikan sementara penerbangan dari atau menuju China.

Melansir Suara.com dan Channel News Asia, WHO pada Selasa (4/2) menyerukan agar lebih banyak solidaritas global untuk memerangi virus corona.

Virus corona baru itu terdeteksi terus menyebar. Bahkan di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada Selasa kemarin melaporkan infeksi baru itu menular tanpa ‘diimpor’ dari China.

Baca juga  Terus Melonjak, 47.896 Orang RI Tertular Corona 23 Juni

Dari daratan China, dilaporkan pihak berwenang di tiga kota di Provinsi Zhejiang timur – termasuk satu di dekat Shanghai – memutuskan untuk membatasi jumlah orang yang diizinkan meninggalkan rumah mereka.

Tiga distrik di Hangzhou – termasuk daerah di mana kantor utama raksasa teknologi China, Alibaba berbasis – sekarang hanya mengizinkan satu orang per rumah tangga bisa pergi ke luar setiap dua hari untuk membeli kebutuhan.

Kota ini hanya 175 km barat daya dari pusat keuangan Shanghai, yang telah melaporkan lebih dari 200 kasus, termasuk satu kematian.

Zhejiang telah mengkonfirmasi 829 kasus – jumlah tertinggi di luar Provinsi Hubei (pusat pandemi virus corona).

Baca juga  Data Pribadi WNI Positif Virus Corona Tersebar ke Publik, Warga Depok Marah

Penyakit ini diyakini muncul pada bulan Desember di pasar Wuhan yang menjual hewan liar, dan menyebar dengan cepat ketika orang-orang bepergian untuk liburan Tahun Baru Imlek di bulan Januari.

Cina telah berjuang untuk menahan virus itu meskipun memberlakukan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk secara virtual mengunci lebih dari 50 juta orang di Hubei.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menuduh negara-negara kaya gagal dalam tugasnya berbagi data, dengan menyatakan bahwa: “Dari 176 kasus yang dilaporkan di luar China sejauh ini, WHO telah menerima formulir laporan kasus lengkap hanya 38 persen. ”

Bangun Santoso

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Greeting Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Ketapang

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X